Friday, 11 February 2011

Percobaan Penting

Punya guru ekonomi yang agak aneh memang susah, udah ekonomi pelajaran susah, jadi tambah susah. jadi,seperti yang kalian ketahui bahwa di smada pak prayit adalah guru ekonomi,tapi kerasa gak sih kalau beliau itu kadang kadang suka susah njelasin kalo ditanya muridnya? apa jangan jangan emang gak bisa? eh gak deng :)) ndak kualat.

Suatu hari, di siang hari yang panas dan membosankan, bernard sedang mengajar kami. atmosfer terasa sangat membosankan,kecuali deretan bangku depan yang sangat semangat makan ilmu -_-
Lalu Imam bertanya



"Pak, !#$%^& itu apa?" (lupa dia nanya apa)

"Uhm.. #%^& itu adalah.. ada kok di buku."

"Gak ada lho pak."

"Ada,cari saja."


Aku yang memperhatikan adegan itu (alah adegan) langsung memperkuat iman bahwa sebenernya pak prayit kurang jago ekonomi. Aku mampir ke mejanya Kambas dan Resa, nengok ke belakang, sambil setengah nyinyir dan emosi


"Heh,sakjane ki pak prayit bisa ekonomi gak to? Masa ya ditanya Imam malah @$%^&^%$#$%^...."


Aku bingung kenapa semua menjadi hening. Vida,Kambas,dan Resa yang biasanya rame pada diem. Vida nendang kakiku dan nunjuk ke belakang.


ORANGNYA DI BELAKANGKU PERSIS.


*ada backsound kereta api nyemplung got*

beliau menatapku dengan tatapan "dasar murid kurangajar",tiba tiba perutnya makin membesar,ada peluru meriam di wudelnya yang siap ditembakkan ke aku,lalu aku ketembak dan mati tanpa mulut. tapi tidak juga deng,itu berlebihan.

Ehm.
tapi pas itu aku pura pura gak tau aja,aku nyatet aja di binder -___- habis itu beliau langsung pergi ke meja meja belakang.


"Ngawur we sal, pekok.." Kata Vida sambil ngakak

"Halah, kan udah tua, jadi bisa aja gak denger."

"Masa gak denger?"

"Yaudah! ayo kita tes!"


Kita pun melakukan sebuah tes bodoh untuk memastikan apakah pas aku ngejelekin pak prayit beliau dengar apa tidak. layaknya dua pasang detektif yang sedang berusaha memecahkan misteri dengan kerennya,kita melakukan percobaan yang sebenarnya sama sekali tidak penting.


"Sekarang, kamu madep sana, mblakangin aku, ngomong apa aja deh.. aku denger apa enggak nanti tak kasih tau.."

"Woke sip"

Habis itu aku membelakangi Vida dan bilang ke Fidy bahwa Vida gendut.


"Fid,Vida gendut ya?" Kataku

"Denger gak Vid?" Lanjutku


"Enggak sal!" Kata Vida sambil tersenyum lebar memperlihatkan semua behelnya,nampak seperti orang idiot yang terlalu bahagia.

"HOREEE!" kata kita berbarengan.


kesimpulan: apakah percobaan itu penting? tidak.


Sekian.

No comments:

Post a Comment