Friday, 11 March 2011

Estafet Bikin Puisi

Hari ini tumben hari yang tidak datar, biasanya Jumat selalu jadi hari datar. yaaa, kayak biasanya,mentoring dan latian tonti. apalagi pelajaran bahasa indonesia yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat (udah,kepanjangan) BIKIN NGANTUK. mungkin Bu Fat lagi banyak ide hari ini, jadi pelajaran bahasa indonesia sangat menyenangkan.


Jadi begini, tadi beliau menyuruh kami bikin puisi. tapi bareng bareng satu deret meja. Dong gak? jadi tuuuuu... kayak estafet, per orang bikin satu baris puisi, dan dalam waktu 30 detik, harus udah di oper ke belakang buat diisi sama yang selanjutnya. Buat permulaan,Bu Fat ngasih satu baris puisi. Hasilnya? kayak gini...


**

Kusampaikan rasa rindu pada angin malam (yang ini bu Fat)
Tentang rinduku yang menggebu membara (ini bikinannya vida)
Bagaikan api yang telah layu *??* (ini bikinannya yana -_-)
Disiram air mataku (ini fidy)

Yang menetes tiada akhir (ini dyah)
Hingga sekarang menahan banjir air mata (*ngakak* ini bikinannya rois)
Aku sangat merindukanmu (ini widya,masih normal lah.)
Tapi kamu tidak merindukanku (ini bikinannya ozy,dan dia malah curhat)

Seperti layang layang putus tak terkejar (bikinanku nih :p)
Bayang bayang semu dirimu menahanku (vida)
Terlilit tali merahmu... (tali apa,yana? tali kotang????ra nyambung blas cuk!!)
Sampai tercekik... (fidy -___-")

Hancur dan mati (dyah :O)
Sungguh membuatku membeku (rois)
Rindu membuatku membeku (widya)
Membeku seperti es (-_____- ozy)
Yang tidak akan pernah mencair oleh pemanasan global (endingnya aku)

**

Awalnya aja udah gak nyambung,sekalian aja aku bikin gak nyambung! -_-"
Ini lagi nih,yang makin gak nyambung.


Kusampaikan rasa rindu pada angin malam
Menghembus perlahan terbawa angin (yana waktu masih nyambung)
Kuharap mendarat pada suatu hati (fidy)
Memberi cahaya yang terang *lho?kok jadi cahaya?* (dyah)

Sampai ku membuka mata (rois)
Hingga pagi menjelang *yaiyalaaah -_-* (widya)
Matahari terbit dari timur (ozy)

#$%^%$#$ Cut! pas ini nih, aku kebingungan setengah mati nyari kata kata nyambung buat nyambungin sebaris puisinya ozy yang SAMA SEKALI GAK NYAMBUNG. akhirnya,aku nulis,

Seperti cintamu yang terbit bagai mentari pagi (nyambung gak? -_-)

Lanjut!


Yang membara dalam hati yang beku (vida)
Dingin.... panas..... (yana pas udah gak nyambung)
Mengilukan hatiku (fidy berusaha mengkoherensikan barisan puisi yana dgn susah payah)
Oh..Sakit..... (dyah yang udah ga nyambung)

Inikah rasanya? (rois)
Merindukan orang yang entah kapan datangnya (widya)
Aku tidak tahu.... (ozy akhirnya jujur dalam puisi kami)
Mengapa rindu ini sangat menyiksa tapi indah (aku nih XD)

Menjebakku dalam penjara hatimu..
(vida)

**
Hasil dari estafet bikin puisi adalah 0% nyambung, setiap mau nyambung, langsung dijadikan tidak nyambung oleh dua manusia berkepala seperti pucuk kondom, yana dan ozy. liat aja disana, ada matahari terbit dari timur dan terlilit tali merah segala, yang sama sekali ga ada hubungannya :))


No comments:

Post a Comment