Sunday, 17 April 2011

Semi Esai (Judul Sok Ilmiah Padahal Isi Sampah)

Karena ada seseorang yang menginspirasiku untuk sedikit normal, maka malam ini aku normal. Tapi,aku sempet bingung, kalo aku normal, aku mau ngepost apa? Dan tiba tiba, lagi lagi, twitter membantuku.

Banyak orang yang ngeluh, Cuma gara gara smsnya gak dibales pacarnya, ditinggal tidur, atau main. Terus, kalo cowoknya mutung dikit, langsung down. Galau sampe banjir. Flooding TL,lalu seperti biasa ada followersnya yang nyindir dia karena dia menjijikkan atau apalah. lalu, dia akan membantai sindiran followers itu. selanjutnya,bisa ditebak.

“Salsa bosenan ya, gak bisa serius dikit. Pacaran bentar, eh malah cowoknya diputusin. Kurang apa ya tu cowok? Sombong e.”


Pernah aku denger ada yang bilang gitu, tapi, gak usah disebut namanya :) Nah, itu yang akan saya bahas dalam essai ini (lhoh?) maklum, ehm, kebawa tugas. 


**


Bagiku, setelah pacaran sekali itu, aku langsung mikir: Oh? Jadi gini pacaran? Membosankan,dan aku merasa terikat, sangat terikat sampe gak bisa menghirup udara kebebasan.


Apa aku keliatan arogan? Aku gak betah pacaran bukan gara gara sok eksklusif, tapi menurutku, masa masa menyenangkan seperti SMA itu terlalu indah buat dilewatkan bersama komitmen komitmen nya cinta monyet. Masih banyak waktu, santai aja lah.



Misalnya, gak bales sms gara gara ketiduran atau sibuk ini itu di sekolah
“Kamu kok gak bales sms sih? Kamu marah?”

Oh plis. Kita juga punya kesibukan selain pacaran,pacaran,dan pacaran. Ya kan? Gak bales bukan berarti kita males, dan marah. Tapi sifat alami manusia adalah negatif thinking dan jadinya adalah


“Kalo kamu marah sama aku, bilang. Bosan sama aku,bilang. Aku tau aku emang bla bla jadinya bla blabla..”



Ribet kan?
Itu salah satu yang gak aku suka dari pacaran. Aku maupun si dia akan menjadi ribet sendiri. Karena berusaha mempertahankan sesuatu yang tidak lebih dari hubungan tidak abadi atas dasar cinta monyet,padahal masih banyak hal penting dan menyenangkan lainnya yang bisa dilakukan. Aku pernah nyoba pacaran, tapi ternyata aku gak suka. Ini aku nulis berdasarkan aku nya lho, bukan persuasif.

Dari kecil, aku terbiasa bebas. Lakuin aja semua yang aku suka, walaupun orang bilang itu aneh. Misalnya, aku suka cerita kebodohanku sendiri, atau lari lari sambil mukulin pager :)) dan masih banyak lagi. Aku gak pernah peduli apa kata orang, yang penting hepi. Dan,aku paling gak suka diatur.. dikekang gitu deh. 

Nah,kalo pacaran kan, mesti harus smsan terus to, harus komunikasi terus,dan ketemuan terus gitu…seolah ada jadwalnya. Padahal,aku manusia bebas yang tidak punya jadwal. Aku udah coba kayak gitu pas pacaran, tapi ternyata aku gak bisa dan pihak sana akan merutuk dalam hati lalu meninggalkanku. Padahal,orang pacaran emang harus kayak gitu kan? harus perhatian sama pasangannya, harus tiap hari bilang kata kata manis, harus ini itu.. tapi aku bukan orang yang perhatian dan manis. Bukan sama sekali. Aku lebih seneng, diam tapi menghanyutkan (pie wi?mbuh)

Aku tau aku ini seorang yang susah mengikuti alur aturan. Selalu aja ngeyel.

No problem, disaat sudah marah marah seperti itu, aku malah berharap hubungan berkomitmen seperti itu berakhir saja, walaupun keliatannya aku masang status gak rela atau gimana gitu..tapi sebenernya aku lebih seneng bebas. Emang,kedengerannya aneh ya ada orang yang mikir gitu? menurutku, jomblo itu emang sering kesepian, tapi itu lebih baik daripada RIBET DAN MUAK. semakin serius,maka semakin bosan.

Aneh ya?tapi itulah aku.

No comments:

Post a Comment