Wednesday, 15 June 2011

Kartu Ujian dan Pak Botak

Yes,UKK berakhir! *joget joget* rasanya kayak barusan lepas dari kandang ayam yang sempit dan bau. Kepak kepak sayap! terbang! woo hoo.

Ngomong ngomong soal ujian,pasti kan ada kartu ujian. Kalo ditempatku warnanya ijo…em,sakjane gak penting warnanya apa… Tapi yang penting harus dibawa dan kalo gak bawa harus minta kartu pengganti,pergi ke ruang pengawas.

Sialnya,aku pernah lupa bawa kartu ijo itu. Hari terakhir lagi,nanggung banget. Waktu itu Geografi. Untung Vida juga gak bawa,jadi ada temennya deh. Kita berdua emang selalu sehati dalam melakukan apapun :3 Jadi,kita disuruh pergi ke ruang pengawas,minta kartu pengganti yang harus ditanda tangani sama pengawas.

--

Setelah sampe sana, ada guru setengah botak, kincliiiiiing banget kepalanya. Kita berdua gak tau namanya, kayaknya guru kelas 11. Tapi tampangnya kayak big boss mafia minyak bumi di film film,eksklusif gitu. Pas mau tanda tangan di daftar pelanggaran,otomatis kita cari bolpen di meja itu,tapi gak ada

“Maaf pak,bolpennya mana ya pak…” Tanya Vida

“Lhoh? Kalian gimana to? Kalian pelajar bukan?”

“Iya,pak..” Jawab kita berdua hampir bersamaan

Ya sudah,kalian kan pelajar,maka bolpen itu adalah suatu piranti yang wajib dimiliki. Saya yakin kalian punya bolpen..lalu kenapa gak dibawa kesini? Kalian kenapa gak..blablablabla..”

Akhirnya kita diem aja menahan dongkol dan mendengarkan ceramah yang kira kira memakan waktu 5 menit. Setelah 5 menit…

“…jadi intinya bagaimana? Bawalah bolpen.”

“Ke kelas,pak?” tanyaku berusaha tenang

Ya iya,memangnya bagaimana?”

Kita balik ke kelas buat ambil bolpen, di sepanjang perjalanan menuju kelas,Vida terus terusan menyebut nama minuman, “Bajigur”. Gak sampe disitu aja, di kelas kita juga di protes pengawas ruangan kenapa kita lama banget dan balik balik cuma ambil bolpen. Ergh.

--

Dengan ngos ngosan karena lari lari ngejar waktu,kita balik lagi ke sarang jin gundul itu #eh muup,guru itu. Sampai sana,dia hanya menatap kita dengan tatapan kira kira tatapan ‘enak-gak-gue-kerjain’

“Sudah?”

“…..udah pak.” Lalu kita ngeluarin bolpen masing masing.

“Kalian ikhlas gak?”

Oooo ya ikhlas dong pak, kehilangan waktu nggarap geografi itung itungan selama kurang lebih 10 menit dan gak pinter ngitung masa gak ikhlas?

“Kalian gak perlu ngedumel kayak tadi..seharusnya,tadi kalian tanya saya dong..saya punya bolpen apa enggak. Kan kalian bisa tanya sama saya,gak usah buru buru ke kelas. Nah,kebetulan saya punya bolpen,kan bisa saya pinjamkan ke kalian to?” katanya sambil nunjuk bolpen yang cemantel di sakunya.

Hening.

Hening banget.

Anganku melambung jauh membayangkan manusia di depanku itu bukan guru,Indonesia adalah negara tanpa sopan,dan menghujat orang tidak dosa..pokoknya tidak ada suatu halangan apapun yang menggagalkan aku untuk bilang sepatah kata ini dengan keras

Jancuk.

Lalu setelah itu ada meriam mendarat tepat di depanku,njuk aku nyulut sumbunya pake api (gak pake korek,langsung dari mulut membara),njuk tak tembakin ke kepalanya,terus…nyangkut di tiang bendera. O iya! Kalo nggak,aku punya remote yang kayak di film klik njuk tak pause terus aku puas puasin deh teriak teriak disana. Emosi.

Tapi gak deng, ternyata semua itu hanya khayalan. Jadi kenyataannya aku tetap harus mengendalikan diri kalo aku gak mau masuk penjara dan muncul di Koran dengan headline “SISWI SMA MENGANIAYA GURUNYA HANYA KARENA KARTU UJIAN” amit amit…jangan.

“He,kenapa bengong? Cepat tanda tangan. Mau garap enggak?”

Setelah kita selesai tanda tangan, ternyata dia masih belum puas ngerjain kita T.T

“Mbak..”

“Ya,pak?” jawab Vida

“Bukan,yang tali sepatunya lepas siapa itu?”

Ya,pak?” jawabku sewajar mungkin

“kamu gak pake kaos kaki ya?!”

Waktu itu aku pake kaos kaki model pendek yang dibawah mata kaki dan itu model selop kesayanganku. Kalo dia mau,aku bisa kasih satu buat kenang kenangan. Aku punya dua og (lhoh?)

“Pake pak,tapi kepanjangan jadi saya lipet sampe bawah.”

Sebelum ditindak lebih lanjut, Vida narik aku pergi darisana. Buru buru ngacir. Daripada ujung ujungnya gak garap geo? :)) jadi,pesan moralnya apa? mmm,jangan lupa cek perlengkapan ujian sebelum berangkat sekolah

No comments:

Post a Comment