Monday, 10 October 2011

Ibu dan Hujan

Diantara hidup dan mati, lilitan selang selang medis yang aku tidak tahu apa namanya, itu pertama kalinya aku merasakan yang namanya kritis, yang biasanya aku liat di sinetron, hanya karena lambungku yang tidak beres.

sendirian, aku takut, dan di luar hujan, waktu SD aku masih sering takut hujan, karena takut ada petirnya. aku berharap ibuku cepat menemuiku di rumah sakit. hujan memang semakin menahan ibuku untuk menemuiku, dia hal kedua yang membuat ibuku lama datang setelah pekerjaan. kemudian ibuku datang, aku masih bisa mendengar suaranya,walaupun mataku begitu lemah untuk menatap.

"Maaf ya telat, tadi hujan. semoga penyakitmu sembuh dan luntur, seperti hujan yang melunturkan debu di kaca gudang." Kata ibuku sambil tersenyum, aku masih bisa melihatnya walaupun kabur, tapi senyum itu sendu.

saking putus asanya, ibuku mengumpamakan keajaiban sebagai hujan.

ibuku memang selalu terbawa puitis ketika hujan, dan kata kata itu menurutku sangat bagus, walaupun mungkin ibuku hanya asal asalan :)

#hujan

No comments:

Post a Comment