Friday, 14 October 2011

Nihongo, Tsumaranai.

Akhir akhir ini semangat sekolah Salsa seperti handphone dengan sinyal GSM, yang nyaris SOS. Apalagi menyembunyikan rasa kangen yang melanda hati ibarat: *nulis tweet* *hapus* "discard tweets without sending?" "yes."

*Stop curcolnya*

Belom sampe situ aja, setelah kemaren dipecundangi oleh Voli, sekarang giliran Bahasa Jepang. Nihongo, tsumaranai sekali ya. Fyi, aku gak pernah tuntas Bahasa Jepang, aku pernah tuntas, sekali doang waktu MID semester1 kelas 10.

Hari ini sensei masuk kelas XI IS1, bawa ljk kami yang udah di nilai, masih dengan gigi panjangnya yang selalu menyinari setiap sudut kosong kelas kelas di smada. Bagiku, ada kombinasi yang menggumunkan saat sensei mbacain nilai, tapi karena yang baca di sini gak tau nomer absen, mendingan langsung sebut nama :B lol

"Ardha Vashti.... duapuluh." deretan penghuni bangku belakang bersorak.

"Yudhistira... seratus." teman sekelas bersorak girang.

"Salsabila... duapuluh." kelas hening, pada maklum. fenomena biasa.

"Azma Afina.... *PIIIIIIIIIPPPP*" sinyal tv hilang, layar bures, gambar kabur.

Nilai Afi tidak boleh disebut, nanti kelas kami porak poranda.......

dan Yudhis nampak seperti berlian yang nyempil di lumpur. Yudhis tu gimana sih? kok seratus?! apa apaan -_-" jangan jangan sebelum ngerjain dia makan buku Bahasa Jepang? sesuatu banget, baru tau kalo bahasa jepang bisa ada yang dapet seratus.

Bagiku huruf jepang itu kayak cacing cacing kremi yang mengkeret karena dikasih combantrin! menyeramkan, memumetkan, dan fyi aku sampe sekarang gak apal hiragana/katakananya A I U E O =))

Nihongo itu seperti kamu, aku selalu gagal memahami. Cielaaaaaaaaaaah~

No comments:

Post a Comment