Monday, 7 November 2011

Gigi Oh Gigi

Semua tau bahwa giginya salsabila itu...Ah! gitu deh.

"Sal, sumpah deh gigimu tu gak rata blas.." -Ardha Vashti

"Aku nggumun deh sama kamu, kenapa kamu gak di behel aja?"-Adi Rayhan

"Wes to sal, di behel wae koyo aku. Untumu ki lho, koyo formasi sepak bola." -Ara Harahap (sumpah yang ini membuatku terdorong)

"Behel aja, sakitnya bentar kok. Nanti jadi rapi.." -Danastri

Gigiku ini sudah di caci maki sejak aku masuk SMA. di SMP tidak pernah ada yang mencaci makinya, paling mereka hanya membatin ya :)) pokoknya aku tu cuek abis sama omongan teman temanku itu.

Karena, katanya di behel itu sakit banget. Katanya, dalam waktu seminggu tu makannya gak free. Katanya, giginya di cabut 4 kalo parah. Uh, pokoknya gak ada deh pikiran buat ngebehel gigiku yang naudzubillah ini. SAKIT! (padahal belum nyoba)

Sampai suatu hari, ayahku tersayang menyadari bahwa gigi sang anak yang imut ini tidaklah bagus. Pokoknya, waktu habis pulang dari liburan kenaikan kelas tu, tiba tiba ayahku mengumumkan suatu kiamat kecil.. pokoknya pas itu aku lagi makan rotiboy terus ayahku memperhatikan gigiku dan..

"Kamu mau gak di behel?"

Jegler.

"Big no."

"Kenapa?"

"Sakit....."

"Kan belum dicoba.."

Aku selalu berhasil ngeles kalo ayahku udah ngomongin hal itu. Kenapa sih aku gak mau di behel? yang pertama, makannya gak bisa bebas gak bisa biadab ngunyah, kata Vida dia sering nelen bracket,selain itu juga sakit :| Kedua, aku GAK SIAP MENTAL liat mukaku yang imut ini menjadi gimana gitu...setelah terpasangnya sebuah alat bernama behel..

Minggu lalu adalah puncaknya ayahku maksa. Sampe di bela belain telpon dari luar kota

"Kamu di behel ya."

"...." Hening

"Salsa? kamu di behel ya?"

"....." Tetep hening.

"Halo?"

"Sinyalnya jelek,yah. Apa?"

"Di behel."

"Gak mau to.......nanti aku jelek." nada memelas.

"Kenapa? takut jelek, kamu kan udah jelek."

Jleb.

"...Ini juga buat kamu kok, kalo gak mau diurusin ya sudah."

"....Gimana ya."

"Gigimu itu serem, kayak ikan."

Eh? kayak pernah tau nih kata kata :)) haha, aku langsung tertohok. ya sudah akhirnya selama 5 menit aku bersemedi aku mengambil langkah besar dalam hidupku *mengepalkan tangan ke udara* yak! #dramadimulai

"Kalo gitu aku mau, yah."

**

"Kalau mau bagus, harus pake pengorbanan." Kata ibuku setelah tau hasil rontgen gigiku memutuskan 4 GIGI GERAHAMKU YANG HARUS DICABUT Щ(ºДºщ)

Hari ini aku ke FKG, sesuai sarannya teman temanku yang berbehel. Pas sampe sana, gigi dicetak dan di rontgen. ternyata cetak gigi tu gitu... berasa mau disobek mulutnya, dan odol warna ijo yang bisa jadi semen itu..kalo dimuntahin kayak tape ketan :| Lalu pas dokternya melihat cetakan gigiku...

"Waduh waduh.. giginya desak desakan... sampe ada yang ROTASI segala.. waduh..."

Hening.
rotasi? emang matahari dok?

"Terus kalo giginya muter gitu diapain dok?" Kata mahasiswa prakteknya, yang sepertinya menganggap gigiku itu komidi putar dengan berbagai bentuk.

"Ya diputer puter... sampe bener.. kayak muter mur baut tu lho...." Kata si dokter sambil memperagakan muter mur baut pake pensilnya.

what the hell. aku disana rasanya udah mau kabur, menembus kaca ruangan itu terjun ke jalan..lalu mati dan gak jadi di behel. Gak deng.

"Hahahahahaha, enggak, saya cuma bercanda." Kata dokter itu sambil nahan ketawa liat mukaku yang anjrit-anjrit-mau mati-tolong.

Terekdes!

Yah, itulah cerita pertamaku tentang gigi..

No comments:

Post a Comment