Tuesday, 15 November 2011

Ini Semua Tentang PM

Bagiku, punya wali kelas kayak Bu Margi itu kayak punya ibu kedua. Beliau sangat perhatian sama anak anaknya di sekolah, terutama kelasku XI IS1.

"Saya gak mungkin manggil kalian kalo saya gak sayang sama kalian.." Kata Bu Margi kepada kloter kedua dengan judul 'yang-nggak-pernah-ikut-pm-atau-telat-ikut-pm' itu.

Aku, Adiw, dan Imas. Duduk di sofa panjang ruang piket,bertiga,berjejeran,saling tatap,satu nasib.

"Kalian udah tau kan dipanggil kesini buat apa?"

"Pasti gara gara jarang ikut PM, eh enggak deng, telat PM juga." kata Adiw sok asik.

Lalu Bu Margi njembreng kertas absen PM. Jumlah absen PM kita bertiga di lingkarin, gak cuma kita aja sih,masih banyak. (membela diri)

"Gila, aku 10 kali...." batinku.

Aku terkejut!!! itu.......itu bener bener....HARUSNYA GAK SEGITU,HARUSNYA LEBIH BANYAK =))

Kita ditanya tanyain, kenapa jarang ikut PM atau sering nelat PM. Imas bercerita bahwa dia harus mengalami petualangan mencari bis kota yang ngetemnya naudzubillah lama banget, makannya dia telat. Adiw bercerita bahwa setiap pagi dia harus ada sesi debat pagi dengan bundanya karena disuruh mengerjakan 'pekerjaan rumah' sebelum dia berangkat, makannya dia telat.

Kalau Salsa?

"Bangun kesiangan buk, hehe."

"Kamu sholat shubuh apa enggak?"

"Sholat, terus tidur lagi buk."

"Nah itu! itu kan masih bisa dirubah to nduk? PM itu penting lho."

Ou yeah?

"Terus...."

Aku mencoba memikirkan apa alasan yang lebih mutu daripada alasan sesungguhnya yaitu: males.

"Saya suruh sarapan dulu buk."

Tetep aja jatuhnya gak mutu

"Ya kamu bawa bekal saja, pake tupperware itu lho.. habis PM di makan, kan bisa?"

"Iya, ehem.... aku selalu bawa buk! sal, bawa bekal pake tupperware! aku bawa katalognya." Kata Adiw yang selalu bawa bekal pake tupperware dan anak bisnis tupperware itu.

Hening. Ketawa garing.

Pertanyaan demi pertanyaan kami jawabin satu persatu. Sesi kedua, giliran Adiw.

"Apa? kamu sering main sampe ibu kamu rindu pengen ketemu?"

"Iyaa.. Masalahnya saya ngapa ngapain di kamar bu kalo habis main.."

"Jangan kebanyakan main, menahan rindu itu sakit lho.. Kamu tau kan menahan rindu itu sakit? Kamu pernah kan menahan rindu?" Kata Bu Margi.

Entah kenapa atmosfer disitu malah jadi telenopela. Kami cuma ketawa garing, sebenarnya kami bingung mau tetep serius apa nganggep itu jokes dan memutuskan untuk ketawa garing. Akhirnya kami ketawa garing.

Akhirnya kami keluar dari ruang investigasi itu setelah menandatangani perjanjian di bukunya Bu Margi.

*
Ya Allah,

Salsa ingin berubah Ya Allah... kabulin doa Salsa ya Allah..

Ampuni dosa Aim ya Allah... (lhoh?)

Aku juga pengen kali gak gini gini banget. Aku tu heran deh kenapa aku nakal banget? Bawaannya tu maleeeees banget. Ah, sudahlah, markidur dan besok PM!

No comments:

Post a Comment