Wednesday, 7 December 2011

Gak Penting Sih

Gimana perasaan kalian kalo kalian dikira tukang parkir? Pasti sakit kan? Tenang tenang, baca dulu. Kalo gak mau sih ya udah *pembaca klik close tab*

Jadi, kemaren aku berkumpul ria sama mama bear alias Dina, Lala- beruang beneran, dan Vida anak pahpoh yang hari itu ngira bunderan gantungan kunciku adalah cincin dari cowok. Aku diajak nimbrung anak anak IPA ini (katanya) belajar bareng di semesta cafe.

Teorinya belajar, prakteknya makan makan. karena hari sudah beranjak sore, dan aku merasa makin gak nyambung dengan teori harmonik yang mereka bahas (ceritanya udah selesai nggosip,udah mau belajar) aku memutuskan untuk pulang dan meninggalkan 2 beruang dan 1 anak kebanyakan makan msg, alias pahpoh itu.

"Yah, Ntar aja pulangnyaaa."
"Iya, Ntar aja... Jam 5 ajaaa."
"Aku belom belajar Geografi. Muah. Sampai jumpa!"

"Jangan pulang dulu! paling ntar 5 menit lagi balik dan gak jadi pulang." Lala menyumpah, sahabat SDku itu mengaku masih kangen aku (padahal sering ketemu walau beda sekolah-_-)

Mulutnya Lala tu mengandung zat apa sih? Kenapa kalo dia nyumpah selalu kejadian? Yang bakal kena karma lah, yang bakal mengalami kejadian memalukan lah, dan ini...

Pas di parkiran semesta, motorku gak bisa keluar. Yeah, aku emang wanita gak seksi karena gak bisa parkir lurus dan kalo ngeluarin motor selalu rempong. Makannya motorku gak mulus. Aku liat ada mas mas rambut kangen band, pake kaos semesta cafe

"Itu tukang parkir bukan ya? woy, sini woy motor gueeeeee gak bisa keluar." batinku

"Mas, tolong dong mas motor saya..." Kataku kepada mas rambut kangen band itu, sambil nunjuk motorku yang posisinya miring kayak posisi otak yang mengendarainya setiap hari.

Hening. Dia menutup mulutnya sambil menganga dan geleng geleng... Aku shock, Ternyata mas itu agak lekong :| Gerak geriknya sinetron banget.

"Dyuhh.... Maaf ya mbak.... SAYA INI BUKAN TUKANG PARKIR. Saya ini juga gak bisa parkir kayak situ." Katanya sambil melengos kesal, kayak lekong yang di TV TV.

Shock. Untung gak ngamuk tu orang.

Dengan gaya pinguin aku balik ke tempat ketiga temanku duduk sambil merutuki nasib. Dan yang kuterima bukanlah pertolongan buat ngeluarin motor, tapi malah hujan ngakak. End.

No comments:

Post a Comment