Saturday, 10 December 2011

Jurus SIM Hina!

Buat temen temen yang lagi pengen jalan jalan, kayaknya sekarang lagi musim cegatan deh. Dimana mana ada cegatan. Siapkan saja duit denda, kalo enggak, mendingan balik kucing :)) kenapa judulnya SIM Hina?

Akhirnya SIM hina ku itu berguna juga buat hari ini.

Hari ini aku dan Vindy habis main sama Ara dan Avo, kita maruk banget, habis dari mcd masih ke mr burger. Gak, bukan lagi banyak duit. Tapi kita urunan beli makanan. Itu tradisi kita dan itu asik sekali. Tapi keasikan itu harus berakhir karena hari udah sore

Aku harus nganter Vindy balik ke smada, karena berangkatnya dia nebeng motorku. Seperti biasa, aku gak pernah bisa boncengin Vindy, dan akhirnya dia yang bawa motorku. Tiba tiba, di deket tugu ada banyak polisi, kirain tukang parkir, ternyata...

"MAMPUS SAL ADA CEGATAN!!"

"CEPETAN TUKERAN POSISI! TENANG! WALAUPUN SIMKU HINA, SETIDAKNYA ITU SIM VIN!!! SIIIIMMMMM!!!"

".....Tenang,Sa."

"Oke."

Sampe di pinggir trotoar, kita tukeran posisi, dan... dengan jurus kamekameha aku mengeluarkan... JENG JENG! Jurus SIM hina! Kutatap foto SIM ku yang hina itu dengan nanar, ah, tapi aku gak tega.. hari ini SIM ku udah baik banget. Semuanya berjalan lancar, tapi....

"Ini kok.. tahunnya 1992? dan kamu masih SMA. harusnya udah mahasiswa kali." Kata pak polisi

JEDAG JEDUG. kutukupret kutukupret. Dompetku menganga,ngasih tau kalo disana dia cuma mengandung duit yang gak cukup buat bayar denda.

"Ayo otak! ayo! ayo mikir otak!! MIKIRRR!" kata hati kecilku yang malang,pada otakku yang mampet.

Cting! akhirnya...

"Soalnya, orang tua saya baru mampu nyekolahin saya baru baru ini pak. Jadi saya telat masuk sekolahnya."

"Lhoh? kalo gak mampu kenapa kamu pake motor?"

Hening. Mikir.

"Ya kan ceritanya sekarang orang tua saya udah kaya pak."

Akhirnya, dengan actingku yang menawan dan rupawan kayak gembel beneran. Oke, aku lolos. Cen rupo ndeso meyakinkan sih... percakapan itu berlangsung cepat. bayangannya.

**
"Akhirnya Vin sim hina ku berguna juga, walaupun fotonya kayak orang mabok."

"Gila sa! sumpah panik banget, untung aku boncengan sama kamu.. coba enggak, masa bayar.. gila aja, kan gak ada duit. masa proses.."

"Hahahaha... SIM ku walau hina berguna."

Akhirnya kita pulang dengan selamat sentosa bahagia sejahtera dan makmur karena jajan enak enak. Selesai. Kadang, nembak SIM itu emang butuh buat anak yang orang tuanya gak bisa anter jemput sering sering :)) #membeladiri

Dan aku sedikit cerita ke ayahku soal ini, ayahku bilang

"Kalo ayah jadi kamu, ayah jawabnya: Itu pak, dulu saya waktu kecil agak idiot.. jadi masuk sekolahnya telat." Sambil baca koran, menyeruput kopi malam,dan tetep.....jleb dan dingin khasnya ayahku.

-____________________-

No comments:

Post a Comment