Sunday, 22 January 2012

Dibalik Ketimun



Ibarat ketimun pada sepiring nasi goreng kari.

Mungkin aku cuma jadi hiasan yang gak terlalu atau bahkan gak penting di piring kehidupanmu. Semacam figuran dalam hidangan siangmu yang lezat.

Mungkin kamu juga tidak mempermasalahkan ada atau tidaknya keberadaanku. Seperti kebanyakan orang orang yang memilih untuk menyisihkan timun di tepi piring.

Oh iya, mungkin memang bukan 'mungkin' lagi, tapi memang iya.

mungkin

mungkin

dan mungkin.

atau iya?

Aku bukannya berusaha menerka lagi. maksudnya, menerka benakmu yang seperti labirin penuh semak belukar itu.


aku hanya ingin menulis. itu saja.


nb: setelah ini, aku tetap salsa dan bukan ketimun #ngok

No comments:

Post a Comment