Monday, 9 January 2012

Kuntilanak Headbang

Malam minggu pertama di tahun 2012 aku isi dengan menjadi KUNTILANAK penjaga XI IA 1 dalam acara pelantikan dan pentas kecilnya adek kelas. Acara Teater Kertas.

Aku mau bercerita tentang pengalamanku jadi kuntilanak. Selain make up nya tebel banget, aku jadi tambah serem

"Salsa gak usah dikasih item item di sekitar matanya, orang dia udah punya kantong mata. Alami seremnya." Kata Sekar yang waktu itu jadi tukang make up ku.

"Iya, Salsa membantu menghemat alat make up kita." Si Avin ikut ikutan ngece

"Sal, kamu pake rukuh sobek aja ya, yang udah gak kepake.. Dressnya dipake sama Vida buat jadi kunti di XI IA 2."

What? sudah serem alami, dan aku disuruh pake rukuh langsungan yang bolong di belakang yang.. warnanya nyaris menyerupai karung goni. Perfect, aku merasa jadi kuntilanak yang menjelma menjadi beras. Ya mau ga mau harus gitu, kurang kostum sih. -_-

**

Diantara Vida, Agung, Nita, Dian, dan Maya yang juga jadi setan, aku yang paling serem. Mungkin karena rukuh kumal yang warnanya kayak karung goni.

Jadi tugas si kunti adalah ndekem di kelas dengan huruf huruf dari asturo berserakan di lantai, dalam keadaan smada gelap total. Di kelas XI IA 1 yang peteng ndedet itu aku ditemenin sama Dian dan Nita yang jadi setan jubah hitam.

Tugas si adek kelas adalah cari huruf yang membentuk kalimat teater kertas. Mereka berburu gitu deh,dalam keadaan gelap gulita, berbanyak orang, gak boleh berisik, dan cuma pake 1 lilin. Ya itu cuma semacam game biar mereka kompak.

**

Kloter pertama yang masuk daerah kekuasaanku adalah kloter 3. Disini aku merasa dilecehkan sebagai karung beras eh kuntilanak!

"Eh... ada lilin jatoh. Kenapa gak kita nyalain aja? lilin kita udah mau abis..." Kata adek kelas yg cowok, bisik bisik, gemetaran.

"Iya ya, yuk kita nyalain." kata cewek cewek di belakangnya

NYALAIN AJA? Kampret. begitu lilinnya nyala aku kucek kucek kesilauan kayak kuntilanak belekan.

Dan begitu lilinnya nyala, mereka istighfar, karena baru sadar kalo di hadapan mereka ada aku, jadi kuntilanak yang ndudukin huruf A.

"Mmm.. Misi... Misi... Mau ambil huruf." Kata adek kelas yang cowok, sambil berusaha narik huruf dari dengkulku.

Apa? Permisi? Salam dong! :))
Aku tetep diam memelototi dia yang ketakutan,dengan penuh penghayatan peran.

Akhirnya setelah mendapatkan huruf A mereka lari keluar kelas, dengan lupa mematikan lilin yang melecehkanku. Kenapa harus takut? Itu kan cetho aku -_-"

**

Kloter terakhir adalah santapan lezat. Isinya cewek semua, dan mereka masuk kelas dengan dorong dorongan.

"Assalamualaikum...."

Lalu, aku yang lagi dalam posisi ngesot berdiri pelan pelan layaknya zombi.

"Astaghfirullah! Itu apa?!"

Iya aku tau dek itu nampak kayak karung beras jalan jalan, tapi itu aku lagi jadi kuntilanak dek.

Kemudian aku headbang dengan rambut kriwil menjuntai panjang, angguk angguk kayak anak metal lagi ndengerin deathmetal yang XXGAULXX XXABISXX. Aku tetep headbang sambil ndeketin mereka semua yang udah jejeritan.

Yah, sebenernya aku juga gak ngerti kenapa aku malah headbang. Kehabisan gaya buat nakutin. Kukira mereka bakal ngakak dan menyapa

"Hai mbak salsa, mbak salsa kan ini?Hehehehe."

"Lagi ndengerin apa mbak? ikutan dong."

"Apa yang seru dari musik roooock?!!"
Tanyaku, kayak iklan shampoo lifebuoy anti ketombe.

"HEADBANGNNYAA!!" jawab mereka semua, serentak, penuh semangat.

Lalu kita headbang bersama di ruangan gelap itu. sambil diterangi lampu senter yang kupegang dan ku kedip kedipin kayak diskotik. Untungnya aku pake pantene anti ketombe, ketombe? makasih dehh~

Tapi ternyata gak gitu.....

"GYAAA!! CEPET AMBIL HURUFNYA!!"

"KOK AKU DOANG?! KALIAN BANTU DONG!!"

"CEPETAAAANNN!! AKU UDAH GAK TAHAN DISINIIIHHH!!!"

Akhirnya satu anak malang di dorong teman temannya yang keji dan tersungkur di depanku. Lalu dia bangkit dan mencari huruf sendirian. Karena gak tahan, mereka lari keluar sambil teriak. Dan adek kelas yang pegang huruf itu nyamplak kursi di depan pintu sampe kursinya keluar kelas.

Aku juga menjerit melihatnya. Tragis...

di luar sana mereka sadar mereka hanya dapat satu huruf

"Gimana ini? kita cuma dapet satu.. harusnya kan dua."

Rasanya pas itu aku langsung pengen lompat keluar kelas dan bernyanyi..

"Duaaa~ sarimi isi dua, sarimi sarimi isi duaaa~"

"Udah lah, biarin aja cuma satu, aku udah gak mau lagi."

Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan mensyukuri satu huruf yang gak ada kaitannya sama kalimat Teater Kertas. Mereka membawa pulang huruf "D". Ya siapa tau bisa jadi TEADTER KERTAS B)

**

Buat yang nabrak kursi dan teman temannya, kuntilanak itu aku, kenapa harus takut? :)) hahaha, malam minggu yang menyenangkan deh :D aku suka!

No comments:

Post a Comment