Wednesday, 11 July 2012

Catch Doll

Suatu malam, aku bertemu dia. Aku gak tau itu dimana, tapi dia jadi tambah ganteng.. Kami duduk di sebuah bangku taman. Kemudian dia bilang..


"Aku sayang kamu.."


"Kok gak bilang daridulu sih? Aku jug-


Tiba-tiba debu warna merah menyeruak, semua itu hilang, dan suara ribut-ribut orang serumah terdengar. Ya, aku cuma mimpi lagi.


"LEPAS CELANAMU! LEPAS! AMBIL ITU!"
"Aduh, nganu e, yah.."
"Khansa gak sampe, si Khansa kakinya pendek."
"Yaudah, Salsa aja. Mana Salsa? Astaghfirullah! Masih tidur? perawanku masih tidur?"


Aku mendengar suara Ayah, Ibu, dan Adek yang ribut-ribut di ruang keluarga. Oh My God... Apa lagi ini?  Percakapan macam apa itu? Aku mau mimpiku yang tadi, aku mencoba tidur lagi, tapi adekku masuk ke kamarku sambil ngos-ngosan. Waktu itu masih jam setengah tujuh, aku masih mau tidur jam segitu... 


"Mbak! bangun! handphonenya ayah nyemplung kolam ikan!"


Ziinggg....
Aku bangun, dan tergopoh-gopoh menuju ruang keluarga. Iya, kolam ikannya di ruang keluarga. Jangan mengerutkan dahi begitu, emang aneh. Kemudian sesampainya aku di ruang keluarga, ada ayah yang udah rapi udah necis mau berangkat kerja dengan wajahnya yang hopeless. Payung, tongkat pramuka, sapu lidi, dan benda panjang lainnya berserakan di sekitar kolam ikan.


"BBku nyemplung kolam, tolong ambilkan."


Hening.
Aku melihat sebuah blackberry dengan imutnya sudah berada di dasar kolam ikan. Err.. bagaimana itu bisa ada disana?!


"Kok bisa tenggelaaaam?"
"Udah ambilin dulu! Ayah udah telat!"
"Aku harus gimana?"
"Lepas celana, masuk ke kolam!"


Baiklah, ini aksi heroik satu-satunya dalam liburan. Berkubang di kolam ikan yang entah udah berapa bulan gak dikuras, hanya dengan memakai hotpants. Untung kolamnya gak di luar. Kemudian... karena kolam ikan kami berisi para ikan manja, yaitu 9 ikan koi yang bergerak dengan lincahnya, dan kalo diobok-obok bakal stres... cara inilah yang kami lakukan..


"Cepet nyemplung! Nanti tak pegangin kamu. Kamu cuma tinggal nyemplungin kakimu, terus nyapit handphonenya pake kaki, nanti kalo udah dapat, kamu tak angkat!" Kata ayah, layaknya seorang pelatih bola.


Tau catch doll? Permainan di timezone.
Aku berasa capit raksasa, handphone ayahku adalah boneka, dan ayahku adalah anak kecil dengan sejumlah koin yang pengen mainan catch doll dan dapat boneka.


"Capit sekarang!"
"Dikit lagi itu disana, geser dikit awas jangan kena ikan!"
"Capit!"
"Yak!"
"Aduh lepas lagi!"
"Geser kesana!"
"Capit!"
"Yakkk dapat!"
"Angkat aku yah!"


Dan aku mentas dengan blackberry sekarat nangkring di kakiku.
Berasa jadi capit catch doll di timezone.


Namun apadaya, setelah upaya yang begitu norak tersebut... Blackberry ayah tetap mati. Nyawanya tidak terselamatkan lagi. Akhirnya ayah berangkat kerja tanpa handphone.


Aku gak tau harus berekspresi apa terhadap insiden pagi hari ini...
Ternyata hape ayah nyemplung waktu ayah lagi telponan sama temen di deket kolam, kemudian ayah bersin.


Ayah, dalam masalah kekonyolan mirip sekali dengankuhuhuhuhuhuhu gak tau harus bangga apa miris. :")



No comments:

Post a Comment