Saturday, 7 July 2012

Close The Tab


Hati ini kertas, hanya selembar.
Kamu menulis cerita disana, kata demi kata, kalimat demi kalimat, demi sebuah paragraf yang membentuk narasi pendek penuh tanda tanya, untuk selalu kueja sebelum tidur, sambil tersenyum.


Sedikit cerita yang kau torehkan, namun kamu menulisnya dengan pena.
Sedangkan, aku tidak punya tipek untuk menghapus semuanya. Aku hanya punya penghapus pensil. gimana dongs?


Mungkin bisa baris-baris kalimat dalam cerita itu hilang.
Tapi aku harus membuat kertas itu mengelupas, karena penghapus pensil yang terus menerus berusaha menghapus coretan pena. Aku harus menyakiti kertas itu demi menghapus cerita yang kamu buat.


Biar.
Nanti kan, akan ada penulis lain yang memperbaharui kertasnya.
Nanti, akan kuberikan dia pensil saja untuk menulis.


Karena pena,
hanya untuk orang yang mau menemaniku jatuh cinta.
Jatuh cinta bersama-sama.
Membentuk sebuah kata "kita".
Aku dan dia, kita, dalam satu cerita bahagia, berjudul selamanya.


selamanya, sebuah kata yang sebenarnya susah kupercaya.









2 comments:

  1. KERTAS
    kepada siapa harus kualamatkan seluruh rasa sakit?
    demi tiap lembaran kisah yang terangkum
    menjadi satu kenangan yang telah kita bukukan

    PENA
    harus berapa jauh lagi perjalanan
    untuk aku belajar memahami rasa,menulis tak melebihi takdir pena
    dan aku selalu berharap tak akan ada lagi luka baru yang perlu aku tulis

    PENGHAPUS
    meski hanya tinggal spenggal kenangan
    sisa sisa luka dan cinta yang mulai memendar
    biarlah tetap tersimpan pada lembar lembar hari
    yang sewaktu waktu dapat sama sama kita baca kala rindu bergelora

    sory, numpang corat-coret :D
    tulisannya bagus-bagus neng !
    ijin follow di 78 ya.. semoga berkenan untuk memfollback ;)

    ReplyDelete