Tuesday, 9 October 2012

Nano Nano

jarak yang paling jauh bukanlah beda sekolah atau beda kota.
tapi berada dalam satu tempat, dan hanya bisa pura-pura enggan menatap, tapi ingin menatap.
walau jarak hanya beberapa langkah, namun sebenarnya jaraknya besar, tapi tidak terlihat oleh mata. Hanya dirasakan dan dilihat dengan hati.

melihatmu sekarang memunculkan berbagai rasa.

senang, benci, dan sakit.
aku senang kamu baik-baik saja, terus melihat kamu senyum itu rasanya senang saja. senyummu,
itu bukti bahwa Allah ada dan menciptakan hal-hal indah. Hahaha.
aku senang dengar suaramu lagi, meskipun bukan buat bicara sama aku. takut membuatmu tambah malas, maka aku berlagak sebaliknya.

tapi aku benci karena aku masih tidak bisa bersikap biasa. benci aku yang masih memikirkan dan peduli pada orang yang sama sekali tidak melakukan keduanya. dan sakit mengingat bagaimana rasanya dulu, susah payah menganggap semua itu tidak terlalu menyakitkan. lihat wajah kamu, aku jadi ingat semuanya, yang tentunya bagimu bukan apa-apa, tapi bagiku bukan sekedar cerita. :)

ini bukan tentang kamu, sekarang hanya tentang aku. karena bagimu ini tidak pernah susah, karena yang jatuh cinta dari awal kan hanya aku sendiri..
ini cuma tentang aku dengan semua perasaan yang sama, ketika segalanya sudah berubah lebih cepat.



No comments:

Post a Comment