Saturday, 16 March 2013

7

Masih ada beberapa pasang mata yang melihat tingkahmu, beberapa pasang telinga yang mendengar kabar tentangmu dan akhirnya sebagian kuketahui. Kalau disebutkan satu-persatu kabar apa saja, nanti post ini akan panjang.

Aku sudah tidak begitu peduli, minta diberi kabar tentangmu pun tidak pernah. Tapi senang rasanya mendengar tentangmu. Meskipun sekarang rasanya tak se senang dulu. Sedangkan disana, kamu pasti tidak tahu kamu sedang diperhatikan.

Sekarang perasaan paling menyenangkan tentangmu adalah saat melihat kamu dari kejauhan. Melalui keberadaanku yang tidak kau perhatikan, atau pertemuan tidak disengaja dan kau tidak mengetahuinya. Melihat kamu yang tersenyum dan tertawa bersama teman-temanmu itu selalu menularkan kebahagiaan.

Di jalan-jalan tertentu aku juga tidak jarang bersebelahan denganmu. Tentu saja kamu tidak tahu, aku hanya bisa diam saja melihatmu dari samping. Sembunyi pengecut di balik kaca mobil, sambil senang sendirian. Jika aku mengendarai motor aku berusaha tidak mensejajarimu, tapi tetap mencari posisi yang tepat agar aku bisa melihatmu.

Aku masih selalu senang berlebih ketika melihat kehadiranmu di sekitar, dan ternyata memiliki perasaan ini tidaklah menyakitkan selama aku bisa membunuh harapan-harapanku tentangmu. Pokoknya soal hatimu itu, aku sudah tau. Sejak dulu aku selalu tau.

Sebenarnya aku tidak begitu ingin melupakanmu, tapi aku juga tidak begitu mengingatmu lagi. Yang jelas, aku hanya ingin melupakanmu tanpa usaha. Sama seperti ketika aku jatuh cinta padamu yang juga tanpa usaha.

Banyak orang yang begitu terobsesi untuk melupakan seseorang, seolah melupakannya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dan harus segera terlaksana. Sampai akhirnya, bukan lupa yang didapat, tapi malah semakin ingat. Ingat bahwa mereka sedang merasa kehilangan. Kehilangan yang pernah termiliki, atau bahkan yang tidak pernah termiliki.

Gebetan berganti-ganti, kamu tetap dihati. Kamu tak teraih, dan aku tetap jatuh cinta.

Menyukai kamu selama kurun waktu selama ini membuatku merasa melupakanmu tidak terlalu penting, oleh karena itu aku tidak akan mengusahakannya. Aku akan simpan tenaga dan pikiranku untuk mengusahakan hal-hal lain yang lebih penting. Siapa tau nanti aku bisa lebih dan lebih dari kamu.

Aku meyakini satu hal, tanpa usaha pun aku bisa, suatu saat nanti aku akan bertemu dengan batas waktu itu. Because we're too young to talk about forever.












No comments:

Post a Comment