Monday, 15 July 2013

Judul Tadi Terlalu Gimana Gitu.. Jadi Gini..

Hai teman-teman,

2 hari lalu ternyata kita berulang tahun. Yippey, Happy birthday :) Aku baru inget beberapa detik yang lalu, maaf ya :) tapi aku kemudian merasa ingin membuat postingan tentang bekas sekolah kita. Hm, kalau bukan karena adik-adik kelas kita yang sedang sibuk "ngetroll" junior baru di twitter.... :)

Smada.
Dulu dipenghujung kelas 3 SMP aku pernah sangat menginginkan berada disana. Aku lupa kenapa aku begitu ingin. Mungkin karena dulu, temen-temen satu gengku pada ngajakin kesana. Aku belajar mati-matian buat bisa masuk smada, karena aku sadar aku emang gak pinter, aku cuma bisa tekun. Akhirnya, dengan NEM yang begitu mepet, aku resmi jadi calon anak smada.

Ada suka dukanya.

Masa itu.... *jerenjenggg*
Awalnya kukira itu hanya sebatas 3 hari, tapi ternyata masih ada lagi hari-hari yang menguji kita. Gak perlu disebutin apa aja. Yang jelas bagiku, hari-hari dimana kita di-seperti-itu-kan, adalah hari-hari yang menumbuhkan penyesalan dan kekecewaanku berada disana. Berbagai persepsi muncul.. Salah paham? Misskom? Sengaja? Apapun itu, waktu itu dalam hatiku terus bertanya, kapan masa orientasi ini selesai? bukannya cuma 3 hari? ini udah berapa bulan? udah berapa taun? kenapa MOPDB nya lama banget? Selain itu.... apa nama birokrasi di sekolahku ini? kenapa birokrasi antar guru dan muridnya begitu bobrok?

Kemudian mereka...
Mereka yang ingin kita betah dan mengakui tapi mereka melakukan hal yang membuat kita membenci dan mengingkari. Mereka yang selalu menertawakan kerja keras kita, menyindir di belakang, tanpa pernah ingin mencari bagusnya. Aku tau, gak semua dari mereka seperti itu, bahkan aku berteman dengan beberapa, karena aku merasa orang-orang itu berbeda dengan yang selalu membuatku jengkel  dan muak setiap berada disana. Beberapa dari mereka adalah orang berkepribadian sangat baik dan aku sangat menghormati mereka. Penggolongan orang ke dalam "mereka" ini... masing-masing anak punya penggolongan berbeda-beda lho, termasuk aku. Hehe. Jadi gak usah disebutin isinya lah ya, aku yakin ini semua pembaca disini udah pada dewasa.

Akan tetapi, keinginan terbesarku pada tahun pertama dan kedua adalah melihat beberapa eh sebagian besar dari mereka meninggalkan gedung sekolah itu. Aku gak tau bakal sebenci apa aku pas masih ada disana di tahun pertama (yang bagiku adalah masa adaptasi yang susah dan berat), kalau aku gak punya teman-teman se-angkatan yang menyenangkan seperti kalian. :)

Tahun pertama dan kedua aku jalani dengan berusaha positif thinking, mencari kebahagiaan yang mungkin masih ada diantara ribut dan malesinya suasana pada tahun-tahun itu. Tahun pertama dan kedua ibarat rafia kusut, dan kalian ibarat orang-orang yang membantuku mengurainya. Halah :)) pokoknya, kalo gak ada kalian, udah deh, gatau aku jadi orang kayak gimana. Aku menggambarkan kita tetap menari dan bikin pelangi sendiri meskipun kenyataannya sedang hujan badai. Kita bangun kesenangan kita sendiri waktu itu. Kita bahagia dengan cara yang simple. Lebay ya? yaudah lah.. aku juga cuma berpendapat :) kalian hebat lah pokoknya, berbagai konflik menerjang tapi tetap bahagia-bahagia aja.

Ya, namanya juga SMA, namanya juga hidup, gak mungkin tanpa konflik. Bagaimana pun juga, udah banyak yang sekolah itu kasih buat aku, dan aku udah belajar banyak hal selama ada di dalam sana. Bagaimana pun juga, mereka yang nyebelinnya selangit itu juga udah memberi ujian hidup. Yah, pokoknya banyak lah ya yang udah aku dapetin disana... Entah itu pelajaran akademik, non akademik, atau pelajaran hidup. Tetep berterima kasih masih bisa bersekolah disana, banyak yang gak seberuntung aku soalnya.

Suatu hari, seiring berjalannya waktu, ketika "semua bruwet" itu akhirnya pergi juga dari sana.

Aku cinta berada di dalamnya. Aku bisa lebih 'melihat' kalian. Kalian ini lah yang mengalami hal serupa denganku, tapi jauh lebih kuat dariku kemudian menguatkanku. Kalian semua menyenangkan, hebat, dan pandai bikin kangen. Tahun ketiga, adalah tahun dimana aku merasa bener-bener enggan buat berpisah dengan kalian, bahkan ketika kita bermaaf-maafan sebelum UN di Joglo, malamnya aku gak bisa tidur. Rasanya masa SMA begitu indah buat ditinggalkan ketika mengingat kalian semua :))

Sekarang aku udah lulus, tapi rasanya pengen balik lagi ke sekolah dan melakukan aktivitas pelajar bersama kalian. Oh, atau ke Bali lagi? Atau doa bersama lagi? :D Kalian yang menyeimbangkan supaya kenangan yang malesi itu gak terlalu banyak, kalian membuat kenangan yang indah-indah.. dan akhirnya kenangan malesi dan yang nyenengin itu seimbang berkat kalian :))

Jujur, masa SMA bagiku awalnya gak begitu bahagia. Tapi akhirnya, berkat kalian, aku merasa sangat bahagia ada disana. Kalian membuatnya Happy Ending. :)

Btw pas liat twitter...
Boleh pesen gak? siapa tau ada adek kelas yang baca gitu... Please, just stop bullying juniors on twitter. Kalo bosen, pengen cari sensasi, pengen cari kebahagiaan... Lakukan hal lain yang lebih bermanfaat dan bermartabat. Lha mereka bilangnya sekolah kita gak enak, gak mbetahin, mbak! Kalo gitu, tunjukin dong kalo disana gak kayak gitu. Bisa to? Masa susah sih buat gak nge-bully? Emang kalo gak ngebully tu gak keren po? Haha. Damai aja. Itu bakal membuat semuanya terasa jauh lebih baik.

Satu doaku ya.. semoga kita bisa tetap saling rukun. Aamiin. Oh ya satu lagi, semoga makin maju aja lah semuanya. Sukses bareng. Hahaha. :D









No comments:

Post a Comment