Thursday, 13 February 2014

Hai Andita

Dit, rasanya baru kemarin aku melihatmu bersedih di depan pintu kelas sepuluh delapan. Wajahmu yang imut itu (hoek) jadi kusut karena hubunganmu yang udah tiga tahun berakhir. Setelah hari itu, aku melihat kamu bersusah payah melupakan your ex boyfriend. Rasanya waktu begitu cepat berlalu, sekarang aku melihatmu jatuh cinta lagi.

Membaca dan mendengarkan ceritamu tentang orang itu membuatku bahagia juga. Caramu bercerita yang malu-malu, berkata perasaanmu biasa saja, padahal wajahmu begitu berseri-seri. Kapan jadiannya? Atau nggak mau jadian? Apapun keputusanmu aku tetap mendukungmu :p

Kamu punya rasa capek nggak sih? Bermain, berkelana tiada henti. Seandainya aku sekuat dan seberani kamu aku juga ingin mendaki gunung setiap liburan datang. Pasti rasanya menyenangkan jadi anak cewek yang punya kekuatan kayak cowok. Panjat tebing, manjat gunung, camping, dan masuk jurusan perminyakan yang ospeknya.... Ngg. Lihat itu ada lalat lewat!

Meskipun kamu begitu tomboy dan kadang aku ragu apakah kamu perempuan tulen atau bukan, tapi ketika melihat kamu jatuh cinta, sisi perempuanmu begitu jelas terlihat. Oh, ternyata temanku ini beneran perempuan. Sisi keibuanmu juga sangat terlihat ketika kamu bercerita tentang bagaimana kamu menjaga dan merawat Bimo, adekmu satu-satunya itu, ketika orang tuamu sedang berada di tempat yang sangat jauh dari kalian berdua.

Dita, kecintaanmu pada teman-temanmu itu tinggi banget ya, setia kawanmu itu, saking tingginya aku ngga paham lagi. Gak pilih-pilih, semua temen kamu gitukan. Makasih ya buat kamu juga temen-temen geng aku yang lain ((( GENG ))), waktu ibuku sakit, kalian mau-maunya nglaju Mbener-Mbantul. Aku seneng deh kalau kamu ngomporin temen-temen buat main ke rumahku. Rumahku jadi rame meskipun aku panik sebagian dari mereka ada yang suka rusuh.

Dit, makasih ya udah sering jadi logikaku ketika perasaanku sedang menguasai hidupku dan meninggalkan semua logikaku. #WUS. Curhat sama kamu itu bisa dibilang ngembaliin otakku buat dipasang di kepala. Kangen deh makan mi ayam hujan sama kamu, Vindy, Garin, Indri, Imas, Asti dan Vida.

Ah, jadi kangen SMA aku, Dit. Teringat kamu dan Vindy sebagai event organizernya geng kita. ((( GENG )) Saat jadwal kita masih bersatu padu, saat masih sering kumpul.

Liat nih, Dit, aku punya bonus. Foto waktu kita akhir kelas 10. Di bangunan kelasku pas kelas 12 yang belum jadi.


Iya, aku tau. Aku udah biasa kok dimalu-maluin. Btw jempol Garin ngganggu ya

No comments:

Post a Comment