Sunday, 9 February 2014

Kepada yang Sekarang Adalah Temanku

Ada saat dimana aku yang biasanya tidak pernah memikirkanmu, jadi memikirkanmu. Karena saat ini aku bingung mau menulis surat cinta untuk siapa, maka aku memutuskan kamulah penerima selanjutnya. Jadi aku saat ini, jadi memikirkanmu. Ternyata menulis tanpa menggunakan hati itu susah, terlebih ketika kamu sudah tidak pernah kupikirkan. Kali ini aku akan menulis untukmu sebagai seorang teman sajalah.

Terlalu klise rasanya kalau aku mengawali surat ini dengan menanyakan kabarmu. Meskipun aku tidak pernah bertanya bagaimana kabarmu, aku tau kabarmu. Aku tidak minta diberitahu, tapi orang-orang yang berada di sekelilingmu, yang juga mengenalku, kadang-kadang membahasmu. Katanya kamu jadi rajin dan pintar. Baguslah kalau begitu, ketekunanmu yang kuat berarti sampai sekarang belum habis. Semoga tidak pernah habis ya. Jurusanmu itu sulit sekali ya, bagaimana kabar kepalamu yang botak itu? apa sudah tumbuh rambut? Aku membayangkan betapa lebarnya jidatmu jika kepalamu botak.

Jadi begini...

Satu-satunya yang daridulu ingin aku sampaikan adalah, aku senang kamu tidak membenciku, aku senang kita tidak bermusuhan. Aku lega kamu orang yang ilmu ikhlasnya tinggi. Aku tidak mau membahas masa bahagia, atau masa susah waktu dulu itu. Itu adalah masa lalu yang mungkin, kalau sekarang kita bertemu dan membahasnya kita akan menertawakannya bersama-sama. Cinta-cintaannya anak SMP labil, nggak dewasa, alay, apalah itu namanya. Kalau menyangkut kamu, kalimat "Abis putus terus jadi temen kayak biasanya, ngga lebih ngga kurang, kayak sebelum jadian, itu nggak ada." jadinya salah. Ungkapan kayak gitu berarti tergantung orangnya ya? kalo benar begitu aku berterima kasih, kamu tidak menambah jumlah orang yang membenciku. Senang bisa berteman lagi, ngga kurang ngga lebih.

Baiklah, emm, menulis surat untuk mantan pacar satu-satunya itu susah ternyata. Kenapa satu-satunya? Karena sama kamu itu aku pertama kali pacaran, terus ternyata pacaran itu nggak enak. Aku ngga berniat nambah daftar mantan. Gitu.

Karena bagiku menulis surat ini sangat susah.. Maka cukup sampai disini saja. Untuk semua salam yang kamu titipkan juga, waalaykumsalam. Jadi sekarang, aku maunya nyebut kamu temanku, bukan mantan pacar. Beneran deh.





No comments:

Post a Comment