Tuesday, 25 February 2014

Versiku Tentang Senja

Sebenarnya aku heran apa bagusnya senja, kenapa para selebtwit selalu memuja-muja senja. Difoto, dicetak, kemudian dipajang-pajang. Atau mendeskripsikan senja dengan berbagai kalimat njlimet yang otakku nggak bisa paham. Atau membuat cerpen tentang senja. Tidak, kalau aku, sebagaimana pun aku mencoba aku tidak pernah bisa membuat tulisan bergenre seperti itu. Aku tidak punya imaji lebih.

Bagiku jika diatas jam 3 sore dan langit tidak berwanrna oranye, itu namanya bukan senja tapi sore. Mungkin oranye itu lambang kesyahduan ya? Lambang keromantisan, lebih romantis daripada pink. Menurutku sih. Menurutku senja itu nggak sama kayak sore. Senja itu romantis. 

Soalnya bagiku hal-hal indah yang terjadi di suatu sore itu lebih pas ditulis dengan "Di suatu senja..." bukan "Di suatu sore..." Ya pokoknya gitu. Ngerti kan?

Kalau bagiku senja itu ketika aku selesai kuliah 4 sks dan aku letih terkapar di kasur kos-kosan. Langit selalu berubah jadi oranye ketika aku letih, mungkin itu kunang-kunang di mataku. Aku terlalu khusyuk kuliahnya.

Senja itu ketika aku biasanya ngobrol dengan mantan gebetanku habis selesai try out SMP. "Hai, gimana try outnya bisa nggak? wah aku enggak nih, wah kamu ranking atas ya? wah pinter." dsb. Biasanya langitnya oranye. Se-oranye pipi gue. Meskipun aku nggak tau itu oranyenya imajinasi atau bukan.

Senja itu ketika aku ditembak di kantin. Dor. Kemudian aku punya pacar waktu SMP. Cie pacar baru, cie cuma jalan 6 bulan. Senja banget rasanya. Pokoknya senja banget gitu deh.

Senja itu ketika nanti kalau aku udah punya suami aku akan menyambutnya pulang kerja sambil bilang "Mau kopi apa teh, mas? Sini adek bikinin." sambil bawain tas kerjanya. HAHAHAAAAA. Eh, kalo kata Dina sih, mendingan besok cari suami yang kalo malem-malem pas kita tidur suka ngebangunin dan bilang "Mah, Sholat tahajud dulu yuk." ....Kay. Kuliah aja baru masuk semester 2 udah ngebayangin enyak-enyak tentang suami. Mengingat segala makul yang membuat tak berdaya ini, kalau udah senja udah pada capek kadang-kadang teman sekelas suka bilang "Susah banget sih ini soal? Nikah aja yok sama orang kaya." Astaghfirullah 0:)

Makul aja udah bikin pusing apalagi nanti waktu membangun mahligai rumah tangga? Mengarungi ombak yang menerjang bahtera rumah tangga kalian apa kalian siap? Siapkan mentalmu hidup semakin berat.

Lho? Ini.. Ini bahas apa?!

Senja itu....

Salah satu ciptaan Allah yang sangat indah. 

Aku ingat waktu senja juga adekku lahir. Aku yakin itu senja, karena sambil menunggu tangisan adekku aku menatap langit oranye yang masih dihiasi burung-burung beterbangan, bapak yang duduk di sampingku berusaha rileks sambil berkata padaku "Tuh liat langitnya kayak jeruk ya?" aku yang baru balita cuma mengangguk doang sambil minum buavita jambu. Pengen cepet ketemu adek yang sekarang gedenya rese setengah mati. Masih dengan langit yang berwarna oranye aku melihat bapakku adzan di telinga adekku, habis itu ternyata adekku nelen air ketuban, habis itu mulutnya dikasih selang, disedot. Aku menangis. Menangis untuk orang yang sekarang suka bikin bete.

Jangan salah, aku punya memori yang sangat kuat tentang masa kecil, tentang masa lalu. Jadi hati-hati ya kalau mau bikin aku jatuh cinta, aku susah move on karena itu. Tapi otak pengingat ini (kecuali rumus pelajaran IPA) kan anugerah 0:)

Intinya kalau aku punya kejadian menarik di suatu sore aku akan menulis dengan "Di suatu senja.."

HAHA LOL. GATAU AH.






















No comments:

Post a Comment