Saturday, 3 May 2014

Sujud yang Terganggu

Kadang, dalam hidup ini aku sering bertanya-tanya. Sesuai dengan kadar intelektualitasku, pertanyaanku tidak jauh-jauh dari hal yang nggak penting. Aku nggak bakal nanya kenapa kurva engel harus digambar atas bawah simetris dengan kurva perubahan harga, tapi...

Kenapa aku terlalu konyol? Bahkan saking konyolnya, apapun yang kulakukan dan aku anggap itu biasa aja.... Kenapa bisa membuat orang lain tertawa sampai sebegitu hebohnya?

Sebenarnya kalau kalian tahu, itu adalah salah satu faktor besar mengapa aku selalu di friendzone. Dan salah satu temanku mengatakan bahwa aku ini adalah "The Queen of Being Friendzoned". Dulu salah satu mantan gebetan saya pernah bilang..

"Mbok kamu cari pacar, jangan apa-apa sendirian gitu dong. Aku yakin sebenrnya banyak yang naksir sama kamu."
"Kok tau?"
"Iya, kamu kan banyol orangya, terus temennya banyak, dimana-mana ada."

Kalo gue banyol dan menurut lo banyak yang naksir gue kenapa? terus kenapa lo, iya, lo itu! kenapa lo nganggep gue temen doang?!
Suka heran ya sama orang-orang kayak gitu. Kami orang-orang yang terlalu lucu dan suka bercanda, bukan berarti ketika jatuh cinta itu kami juga bercanda. Etapi buat sebagian orang itu jatuh cinta serius itu ya harus dibawa ke pelaminan ya? Xiexiexiexiexieeeee =)) nggak, aku gak xiexie buat mengatakan bahwa itu salah lho. Itu memang benar, tapi ya.. XIEXIEXIE aja.

"Kamu itu terlalu lucu, Sal. aku senang kenal sama kamu, punya TEMAN seperti kamu."

Tapi sebenernya, udah deh curcolnya, aku bukan mau bahas itu. Sekarang aku mau bahas kejadian paling gak penting sedunia tapi aku gak bakal lupa sampe tua. Ceritanya dimulai ketika aku, Dina, dan Vida (Lala gak ikut soalnya dia sibuk praktikum Matematika Fisika dan otaknya njebluk banget), nongki-nongki gak jelas buat melepas kangen.

Kita ke mall malioboro. Bercanda tawa disana, sampe karokean lagu korea di foodcourt dan gak sadar kalo ada yang manggil-manggil kita buat nanya dimana soto paling enak deket tugu. Sampe akhirnya aku sadar aku belom sholat ashar padahal udah mau maghrib.

"Eh, aku belom sholat ashar..."
"Astaghfirullah, Sal. UII lho.. UII!"
"Temenin aku, Vid.."

Akhirnya aku menuju musholla mall malioboro ditemani seorang bidadari. Bidadarinya Nicko Satya. Meninggalkan Dina yang sedang sekuat jiwa raga menahan diri karena ditinggal bersama tiga piring empek-empek lezat. Sesampainya di musholla kami mendapati suatu kejanggalan. Iya, suatu kejanggalan!

"Lho, kok nggak ada rukuhnya sih, Vid?! Gimana nih?!"
"Masa sih?"

Kami ngubek-ngubek lemari, dan ternyata lemarinya terkunci. Aku panik. Udah mau maghrib, gak bawa rukuh, di musholla gak ada rukuh. Astaghfirullah... cah UII. Akhirnya setelah perdebatan panjang kami menemukan sebuah sarung.

"Udah, Sal. Pake sarung aja. Untung pake kerudung ya, Sal."

Aku kemudian pake sarung dan sholat. Aku udah khusyuk, Mulai membaca Al-Fathihah, kemudian ruku', sujud.. Waktu sujudku, sujud adalah posisi paling dekat denganNya. Aku mendengar suara seseorang sedang berbicara pada Vida. Aku nggak tau, tapi kayaknya orang itu bilang..

"Musholla cewek itu yang ada di belakang, mbak."

...
...
...
...

Masih sujud.

Vida kemudian melongok dari jendela musholla. Aku melihat bidadari itu dari ekor mataku, kebingungan. Wajahnya penuh tulisan "GIMANA NIH" kemudian aku sujud kedua, dan..

"Sal... Musholla cewek tu di belakang. Sal..."

Aku yang lagi sujud itu akhirnya bangkit dari sujud dan cuma bisa bilang "Hah?" Kemudian dengan kalem dan muka yang pegel menahan urat malu agar tidak putus aku melipat sarung dan segera beranjak menuju musholla cewek.

Kemudian... Aku... Ah. Aku tak sanggup mengingat tatap bapak-bapak di depan musholla itu. Aku...

Sungguh tak sanggup.

Sekian.

Ya Allah, istighfar. Asik maen sampe waktu sholatnya mepet. Sejak kejadian itu kalo mau main aku sholat dulu biar gak kayak gitu lagi. HUFTY.

1 comment:

  1. duh sals, kamu kok konyol bgt sih.... aku terharu :')

    ReplyDelete