Monday, 17 August 2015

Hari Jumat yang Aneh

Hai, teman-teman yang kebetulan membaca blogku ^^ hari ini aku punya cerita, tentang bagaimana pergaulan di Jogjakarta itu cukup sempit, sekaligus seperti biasanya, kelakuanku yang malu-maluin tapi aku nggak malu buat ceritain karena emang aku gak tau malu.

Singkat cerita hari Jum'at itu aku merasa kesepian di kos. Karena kosanku isinya anak UII semua, mereka baru akan kembali mendekati tanggal 7 September, kecuali yang lagi ambil semester pendek kayak aku dan dua anak lainnya. Sepi nyeyet, dan aku paling nggak kuat berhadapan dengan situasi kayak gitu. Pasti kebelet main. Kemudian aku ngidam creamy turkey Koki Joni.

Seperti biasa ketika akan main pasti ngechat "selo ra?" kemana-mana. Diantara semua temen-temen deketku yang aku chat, nggak ada satu pun yang selo. Aku jadi merasa hidupku seperti tumpukan baju kotor di sudut ruangan yang klambrak-klumbruk.. Katanya, kalau dalam hidup keseringan selo, ada yang salah dalam hidupmu. Tapi yaudah, aku tidak begitu memikirkannya karena yang kuinginkan hanyalah creamy turkey Koki Joni

---BATAS BASA BASI---

Akhirnya aku ke Koki Joni sendirian. Ada perasaan nggak enak kalau pergi sendirian ke tempat yang mainstream, sebagai ENFP yang menikmati waktu sendirian lebih banyak dibanding ekstrovert lainnya (iye lagi tren nih 16personalities.com), aku paling males kalau lagi sendirian gitu disapa sama orang yang kukenal karena kadang merasa kesendirianku jadi terganggu, dan awkward juga sih, soalnya lagi gak mood basa-basi kalau lagi sendirian gitu. Tapi ya for the sake of courtesy aku tetep akan basa-basi kok kalau di sapa, aku gak se "rude" itu guys.

Tapi apa jadinya kalau di Koki Joni ketemu sama temen segeng pas SMA? Menurutku kalau temen deket nggak termasuk dalam kategori yang bikin males nyapa sih kalau lagi sendirian. Karena mereka adalah orang-orang yang udah bikin aku nyaman.

Ternyata di situ aku bertemu dengan salah satu temanku yang pernah sekelas denganku dua tahun dan kami lumayan banyak tukar cerita meskipun jarang ketemu, aku kemudian memperhatikan dia dan mulai melakukan gesture menyapa. Mata berbinar, tangan agak terangkat ingin melambai, dan udah siap-siap berkata hai.. 

Baru aja "HHHH"...

Baru aja ambil nafas untuk berkata hai.. dia langsung buang muka setelah melihatku kemudian kembali tertawa dengan temen-temennya. Pura-pura nggak liat aku. Sebagai orang yang gak suka diabaikan, aku merasa patah hati dan seperti biasanya overthinking. Apa yang telah kuperbuat sehingga kau mengacuhkanku?! Salahku apa? Salahku apaaa? Aku yang tadinya duduk ngadep temenku itu akhirnya pindah posisi ke kursi yang ngadepnya memunggungi dia. Yeah, I'm that sensitive. My bad.

Aku langsung chat vindy

A:Vin, aku ketemu Imas, tapi pas mau tak sapa dia kayak gak kenal gitu sama aku..
V:Sumpah? Kok gitu... gak liat kali.
A:Huhu.. iya kali ya.. aku jadi sedih.
V:Weh, ya sok kenal aja lah Sa, orang temen sendiri juga,
A:Tapi aku takut tauuuu.
V: Kenapa? Dia nggak setega itu juga kali. Samperin aja ke mejanya.
A: Hm.. :")
V:Gengsimu lumayan gede juga ya. Awas tar awkward loh kalau kita kumpul lagi. Ayolah.
A:Nek kamu berada di posisiku kamu bisa sok akrab po, Vin? :") aku sedih :(
V:Ya bisa lah, kenapa nggak bisa? Orang temen sendiri juga.
A:Nanti aja deh pas mau bayar.
V:Yaudah kalem sals, mangan sek,

Hm.. seperti biasanya Vindy adalah orang yang jago membuatku bergerak sesuai apa nasehatnya. Kalimat "Awas tar awkward loh kalau kita kumpul lagi" itu akhirnya membuatku perlahan-lahan nengokin kepala yang udah kayak engsel pintu berkarat yang seret banget buat buka tutup pintu.

Akhirnya aku menoleh, memperhatikan Imas lamat-lamat, tapi... DEG.

Pupil mataku membesar,
Perasaan campur aduk,

Imas ayu banget aku naksir, aku baru sadar selama ini dialah cintaku. YO ORA LAH.

A:VIN...... ASTAGHFIRULLAH,....
V:Opo? Udah nyapa?
A:TERNYATA.....
V:Apa sih? Dia tetep pura-pura gak kenal?
A: LOL LOL LOL LOL *pasang emote tai berkali kali*
V:-_- Kenapa? dia tetep gak kenal? Yaudah sabar.
A:VIIIIN... ASDFFKLAAJABAGSJSKALAKANBAVA....

Vindy yang sudah sangat hafal dengan kelakuanku cuma bisa ngechat:

V: Pabo (bahasa korea artinya bodoh)
A: ........ :))))))
V: Pabo corom
A: Aku gak kuat ceritanya.. kuharap nanti malam kamu masih mau main ke kosku.
V: Apa sih?
A: TAPI SUMPAH ITU ORANG MIRIP BANGET SAMA IMAS... ASTTTAGHHFIRULLAHHH
V: Isin.
A: Vin, plis jangan jauhi aku.. Itu orang mirip banget sama Imas
V: Tak jauhi.
A: Tadi aku udah balik badan ngeliatin dia terus, baru mau mangap manggil, AKU SADAR ITU BUKAN DIA
V: Untung belom manggil -_____-
A: Iya lah, kalau sampe nyamperin mejanya dengan sok asik dan sok akrab dan ternyata itu bukan dia terus aku mau alasan apa? AMBIL SAMBEL? AMBIL SAOS? EMANG WARUNG BAXO?!
A: Rasanya kayak mau jadian sama n**** tapi gajadi, rasanya kayak mau eek tapi sembelit
V: Wong edan
A: Vin, kumohon, be ma fren, kuyakin wajahmu uniq tak ada kembaran kecuali mas gerry, I really luv u
V: -_______-
A: Kalau yang ngembarin wajahmu ga liat aku, aku udah NANGES, paling aku juga bakalan sampe nyamperin ke mejamu
V: Mbok ra dadi pabo chorom to sals, isin aku.
A: Pijati kepala paboku
V: Isinya yang pabo tu

Sementara itu aku ketawa-ketawa sendiri, sekelilingku yang pada makan di Koki Joni melihatku dengan tatapan prihatin.

------BATAS CERITA BODOH-----

Kemudian besoknya, hari Minggu, yaitu kemarin, aku diajak Dina ketemuan di Via Via Bakery daerah prawirotaman. Sebenarnya aku mau diajak berlibur ke suatu tempat di Gunung Kidul bersama anak-anak alumni teladan lainnya, tapi aku nggak bisa karena di hari mereka berangkat aku ada ujian semester pendek yang lagi aku ambil. Tapi aku diajakin Dina rapat rencana liburan dan nginep di Gunung Kidul itu.

Akhirnya aku mendengarkan Dina dan Bella ngobrol dulu, setelah ngobrolin jaman SSC sama Bella akhirnya Ichuk datang dan arah pembicaraan berubah menjadi pembicaraan yang bikin ngakak cadas akibat mulut Ichuk yang tanpa filter itu. Dina yang selalu punya cerita malu-maluin tentang temen-temennya, Bella yang malu-maluin beneran, dan Ichuk yang mulutnya gak pake filter sukses bikin meja yang kita tempatin diliatin sama bule bule prawirotaman. Rapat belom dimulai karena satu temennya Ichuk belom dateng...

"Ini nungguin siapa e?"
"Nungguin Fela."
"Fela anak mana?"
"HI UGM.."
"Berarti temennya Imas dong..." Kataku sambil kembali mengingat kejadian bodoh di Koki Joni

Belom selesai aku menahan tawa gara-gara keinget kebodohanku di Koki Joni, ada seseorang datang..

"Itu dia Fela.."
"Hai semua.. Hai Salsa.."

Hah???!!!

"Hhh.. Hai... Fela.."

Mataku kayak udah mau copot.

"Eh... Fela.... Kamu.... hari Jum'at ke Koki Joni ya?" pertanyaan yang cukup bodoh dan langsung keluar gitu aja untuk dua orang yang baru kenal lewat line gara-gara diajakin liburan ke gunung kidul.
"Iya. Kok tau? Aku emang makan di sana sih hari Jum'at..."

Bella langsung menatapku penuh curiga

"Kok kowe kelingan Sal sopo wae sing mangan ning Koki Joni hari Jum'at?" Kata Bella

Hening...

"JANGAN JANGAN DIA ORANG YANG KAMU KIRAIN TEMENMU?" Kata Bella yang udah tau kalau aku sempet malu-maluin di Koki Joni karena ngeliatin terus menerus orang yang gak aku kenal sama sekali karena kukira dia temen deketku pas SMA.

Kemudian Ichuk ketawa dan bilang

"HUAAAAHHAHAHAHAHAHAHA OH YANG KAMU KELUHIN DI PATH ITU YA?!" 
"HAHAHAHA OALAH YANG ITU.. HAHAHAHAH BEGOK SUMPAH HAHAHA." 

Kemudian Dina malah menunjukkan captionku di path yang bilang kalau hampir aja salah nyapa orang padahal udah patah hati alay gara-gara pura-pura gak dikenal sama temen sendiri. 

"Oalah... kamu yang kemarin duduk sendirian terus ngeliatin terus itu ya? Tapi emang iya sih di HI banyak yang bilang aku mirip sama Imas.." kata si Fela sambil ketawa-ketawa.

Dan aku sukses jadi malu-maluin di depan kenalan baru. Baru kenal, udah malu-maluin.

"HUAHAHAHAHA BEGOKKK SUMPAH.. HAHAHAHAHAHAHAHAH."

Kemudian aku diketawain  rame-rame, sampai rasanya aku pengen melesat menembus genteng dan pergi ke andromeda.



No comments:

Post a Comment