Sunday, 31 July 2016

Selilit di Gigi

Pada suatu pagi, aku sedang bermalas-malasan di sofa ruang televisi menonton Nat Geo People. Seperti biasanya, ibuku keluar dari kamar, sudah dandan ala ibu-ibu sosialita. Kuakui ibuku memang cantik, kapan-kapan aku pajang foto masa mudanya di sini ya. Kalau sudah dandan seperti itu, biasanya ibuku akan pergi ke komunitas paduan suara yang udah menang berkali-kali itu, rapat Dharma Wanita Persatuan, kondangan, atau pergi arisan.

"Sak!" (Ibu dan bapakku kalau panggil aku emang Salsak, ada K nya, jangan lupa)

Aku menoleh. Kalau ibuku pernah cerita beliau menjadi mayoret selama masa SMA nya, aku tidak heran. Ibuku tu cantik betul.... tapi wajahku mirip bapakku. Lol. Eh tapi bapakku manis kok jangan salah ya. Ibuku juga fashionable sekali.

"Ibu cantik kan?" seperti biasa, dengan riang gembira, pamer dandanan.

"Iya iya.." aku ngejawabnya sambil males-malesan, tanpa mengalihkan pandangan dari tivi.

Kemudian dengan bersenandung lagu-lagu Pop jaman dulu, ibuku mencari kunci mobil, dan mulai berjalan ke garasi. Tiba-tiba ibuku berteriak,

"HAAAAH!!! KENA!! KENA KAMU!!"

Aku kaget dong ya? Orang tadi masih damai-damai aja. Langsung aja aku beranjak dari sofa, dan lari menyusul ke garasi. Pikiranku ada banyak: tikus raksasa yang selama ini berkeliaran di rumahku yang steril itu ketangkep, ada maling mau nyolong si Jazzy (nama yang ibuku pilih untuk menamai mobil new honda jazz silver miliknya), ada lalat nempel di dalem kaca mobil (hal yang sangat ibuku benci).

Soalnya dulu rumahku pernah kemalingan laptop dan printer dan pintu garasi dicongkel. Deg deg deg deg... Jantung berdegup kencang kayak abis ketemu dia di tangga kampus dengan kilauan yang berasal dari imajinasiku saja.... Aku bayangin apalagi yang ilang nih?! Aduh jangan-jangan my fancy shoes sing tukune ngantek nggetih. Duh Gusti...

Setelah sampai garasi, ternyata gak ada maling. Tidak ada barang yang hilang. Oh iya, tikus raksasa yang udah bikin rusak tas ibu kali ya?

"Ada apa, Mak?! Tikus raksasanya udah makan racun? Udah dapet tikusnya?" kataku sambil ngos-ngosan. Aku kadang kalau manggil ibu sukanya "Emak"

Aku melihat perangkap tikus, lah, kok masih utuh makanannya?

Ibuku tersenyum kalem padaku. Aku memandanginya dengan dahi berkerut. Hening sejenak. Kami pandang-pandangan. Sungguh absurd.

"Apa sih, Mak?"

Ibuku tersenyum, kemudian berkata, "Selilit daging di gigi ibu."

Aku mengerutkan dahi.. Ini... INI APA...

"Selilit di gigi ibu, udah daritadi tak sogok-sogok, akhirnya kena juga,"

And I was like:



"HAHAHAHAHA... HAHAHAHA... kenapa? cuma selilit kok bukan tikus,"

Aku udah capek sama semua itu. Aku menyerah. Dengan langkah lemah aku berbalik lagi ke ruang keluarga. Sementara itu ibuku masih ketawa-ketawa di garasi. Aku kembali nonton Nat Geo dengan muka flat dan rasanya ingin palmface mendapati perilaku tak lazim ibuku pagi hari itu.

God.... Kupikir itu maling, ternyata selilit daging gudeg di gigi...

Harus apa...

Now I know why aku seperti ini.....

Mungkin aku ditakdirkan untuk menjadi E.T...... mengemban misi rahasia suatu planet yaitu tetap menjadi awesome meskipun dipandang tak lazim dan freak.......

But I love my mom more than everything in this world. Apalagi besok aku udah berangkat KKN, sedih banget bakal pisah sebulan sama Emak :(






No comments:

Post a Comment