Wednesday, 28 September 2016

100%

Cintai sewajarnya, bencilah sewajarnya, karena mungkin kamu akan membenci orang yang kamu cintai dan mencintai orang yang kamu benci.

Udah sering banget baca kalimat ini. Bagaimana orang-orang melakukannya? I mean, bagaimana cara mengatur cinta dan benci agar tidak berlebihan? Because I always end up with 100% entah itu dalam hal mencintai atau membenci. Siapapun itu, bisa temen, bisa gebetan, bisa kegemaran, bisa makanan, bisa minuman..

Contoh kecilnya adalah aku selalu punya satu menu yang selalu aku pesan dan literally gak pernah ganti di setiap cafe, resto, depot mas kobis dsb yang ada di Yogyakarta. Misalnya aku selalu pesen creamy turkey di Koki Joni (gak pernah pesen yang lain), pesen chicken maryland ketika di Roaster, dan selalu sayap ayam plus terong cabenya dua setiap di Mas Kobis. Soalnya sekali coba langsung suka, terus gak mau ganti.

Hal itu berlaku juga terkait hubunganku dengan manusia lainnya.

Ketika aku menyayangi seseorang. Entah itu teman, atau 'cowok', aku bakal totalitas. Segala yang aku punya dan aku bisa beri ke orang itu, ya aku bakal kasih. Waktu, tenaga, solusi, materi, tempat curhat, apa aja. Sampai kadang-kadang.... Dimanfaatin sama orang-orang tertentu. Sekalinya aku udah sayang, susah untukku membenci orang itu. Kejahatan apapun yang orang itu perbuat, aku cuma bisa menghindar tapi aku gak bisa benci. Sejahat-jahatnya orang itu sama aku, paling pol-polan aku cuma jutek sesaat, menghindar berapa bulan atau tahun tergantung tingkat kejahatan orang itu, setelah itu balik lagi say hi seolah kagak ada apa-apa. If I like you, I like you. I'll never hate you. 

I'll give everything to the people I love selama aku mampu.

Sebaliknya,

Mungkin aku akan terlihat tetap ramah ke orang itu tapi..

Ketika aku gak suka atau membenci seseorang karena dia memperlakukanku dengan buruk di awal-awal aku kenal sama dia, aku akan menjadi that asshole yang ada di sinetron-sinetron. Aku bakal mengeluarkan sejuta intrik supaya aku terhindar dari orang itu tapi aku tetap mendapatkan keuntungan. Aku mendadak jadi sangat manipulatif terhadap orang yang aku benci. Apa saja kulakukan untuk mengindari orang itu karena membayangkan menghirup udara yang sama dengannya saja aku muak. Mau baik kayak apa.... I.... dont care. Kalau dari awal aja udah memperlakukanku dengan buruk, goodbye forever. You never exist in this world.

Aku masih bisa berkompromi ketika aku harus berurusan dengan orang yang aku benci ketika aku diharuskan untuk berinteraksi dalam urusan yang penting kayak kerja, kerja kelompok, apa aja deh yang penting-penting. Tapi begitu urusan itu selesai, kalau harus ketemu lagi karena urusan yang gak penting-penting amat, pasti males banget. Urusan selesai ya I dont know you. You never exist in this world.

Terakhir kali aku gak suka sama orang adalah dua minggu yang lalu. Aku menahan mobilku dan mengiyakan untuk meminjamkannya ketika that asshole I hate gak bisa ikut balik main ke lokasi KKN. Aku udah merancang skenario itu serapi mungkin, supaya aku tetap berangkat bersama teman-temanku tapi tanpa dia. Tentunya semua kulakukan tanpa membuat image lucu-lucu begoku menjadi hancur di mata yang lainnya termasuk orang itu. Selama itu bukan urusan penting, aku akan usahakan segala cara untuk memisahkan diri dari manusia itu, tapi aku tetap berada di posisi yang untung.............

Terakhir kali aku suka sama orang, aku bener-bener berlebihan bahkan ketika aku belum ketemu dia. Tentu saja apa yang terjadi selanjutnya udah bisa ketebak.

...Gak move on 5 tahun. Tapi itu dulu, sekarang sih udah.

Aku merasa mengerikan ketika aku membenci seseorang. Aku juga merasa diriku mengerikan ketika aku mencintai seseorang. Tidak ada ruang untuk membalik perasaan. Aku merasa sulit untuk membenci seseorang yang aku sayang, dan sulit untuk menyukai orang yang aku benci. Untung aku masih punya beberapa orang yang ada di zona tengah.

Semua ada pada fase-fase awal perkenalan. Perlakuanku baik atau buruk, semua ditentukan oleh bagaimana cara manusia itu memperlakukanku. Ketika melihat Mbak Hana di Catatan Harian Seorang Istri, ketika dia baik banget ke si Hello Kitty yang udah ambil suaminya, sebagian dari diriku mencibir, ngatain dia bodoh tapi sebagian dari diriku jadi ingat kalau ada satu kelebihan Mbak Hana,

Aku gak bisa sebaik Mbak Hana. Hahaha. Sebaik-baiknya aku, sampe kadang ada temen yang terharu, aku cuma bisa baik sama orang yang juga baik sama aku.

Aku mendadak sedih entah mengapa.

Aku juga gak tau kenapa nulis ini.

Tapi aku merasa lega.











No comments:

Post a Comment