Saturday, 10 September 2016

Aku Ingin Ada Mantol Fashionable Anti Bau

Pagi tadi awan di Bantul sempat mendung. Aku cuma bisa menerawang, dan menatap handphoneku yang penuh perjambuan. Sekali lagi aku dijambu (di-JANJIMU BUSUK-in, bahasa smada). Aku kesel banget sebenernya.

Hujan atau gerimis bukan hanya membuatku mengingat tentang dia yang berdiri di ujung pos lomba tonti tapi juga membuatku diPHP in temen-temenku. Hanya karena hujan mereka batal mengajakku yang merindukan mereka ini untuk main. Tapi betenya udah sembuh sih, kan aku bukan anak kecil.

Satu hal yang tidak penting kupikirkan ketika perjambuan (pembatalan janji) ini terjadi karena hujan:

Kenapa banyak orang yang lebih memilih untuk membatalkan janji, menunda keberangkatan, atau berlama-lama menepi di pinggir jalan hanya karena hujan? Padahal mereka punya mantol di jok motornya. Bukannya itu membuat mereka dipandang tidak menghargai waktu? Entah oleh teman-teman satu organisasi, teman sepermainan, atau siapapun itu.

Kenapa tidak menerjang hujan menggunakan mantol saja?

Well tapi tidak semua manusia sama. Ada dua gerakan. Gerakan "Menunggu Hujan Reda" dan Gerakan "Trabas Aja Hujannya Pake Mantol"

Aku pernah nanya sih ke temen-temenku kenapa mereka kayaknya susah banget disuruh pake mantol. Alasannya adalah: 1) mantol bikin parfum mereka gak wangi, ketutupan sama bau mantol yaitu bau semacam semen, 2) bentukan mereka ketika mengenakan mantol sangat tidak oke. Mereka malu. Meskipun di jalan juga gak bakal ada yang tau siapa mereka, mereka ya malu aja.

Di dalam sisa kekesalanku hari ini aku berharap ada orang mahir bisnis di luar sana untuk menciptakan sebuah mantol fashionable dengan motif hits, dilengkapi dengan alat entahlah alat apa itu di dalamnya sebagai anti bau semen.

Why?

Karena aku lelah dengan orang-orang yang tidak jadi ketemuan sama aku hanya karena hujan. Aku sedih. Jadi aku tidak sepenting itu?! (maaf anaknya emang sensitif kadang ngeselin). Kadang aku mengukur seberapa penting aku di mata seseorang dengan hujan.

Kalau dia bukan dari Gerakan "Trabas Aja Pake Mantol" tapi dia rela pake mantol dan menemuiku tepat waktu aku merasa dihargai. Kayaknya gak cuman aku aja deh, pasti semua orang senang kalau waktunya dihargai.

Ya ampun, lihatlah, hanya karena mantol dan hujan aku udah nulis segini. Maafkan aku membuang waktu kalian yang kebetulan baca postingan ini... karena YA BENAR SEKALI INI HANYA TENTANG MANTOL ALIAS JAS HUJAN.

Mianhaeyo. Ne, kamsahamnida.



No comments:

Post a Comment