Sunday, 9 October 2016

Huru Hara di Kustomfest 2016

Setelah bingung mikirin lead blogpost ini daripada mikirin skripsi yang semakin dibikin rumit oleh dosbing, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan lead ini:

"Kadang kamu tidak sadar kalau kamu sudah sampai pada tahap tertentu, kamu tidak sadar kamu sudah berkembang lebih jauh daripada yang kemarin-kemarin,"

Itu perkataan si bos. Bener juga sih, aku juga nggak nyangka aku udah sampai pada titik ini. Titik di mana kemarin aku baru saja masuk ke Kustomfest 2016 dan makan gratis di sana hanya bermodalkan Rp 2000 buat parkir doang. Semua itu berkat:

kartu sakti  yang hanya bisa didapat dengan id pers :))

Sebelum sampai pada titik ini, aku pernah dikira sales panci sama pengunjung Pasar Bringharjo saat ingin mewawancarai mereka. Selain itu, aku pernah dijutekin pedangang tahu pocong karena beliau gak mau difoto, diwawancarain balik sama narasumber dan berusaha untuk tetap kelihatan tenang, diprotes narasumber soalnya ada yang salah tulis, ngirim 12 tulisan tapi gak ada satupun yang terbit saking busuknya tulisan yang aku buat, dan masih banyak lagi hal-hal sengsara lainnya. Tapi aku tidak menyerah! Kenapa? Soalnya aku cinta! Yaaa yang kenal aku tau sendiri lah w kalau udah cinteeee kayak apa kekeuhnya :))

Dan Kustomfest 2016 menjadi pengalaman pertamaku meliput acara besar, nongkrong di media centre, nulis 5 tulisan dalam waktu 2 jam, ikut berbagai press con yang diadakan dalam satu hari itu. Hal yang paling kerasa itu ketika harus nulis cepet segera setelah informasi masuk ke otak. Di detik ketika pres con selesai, detik ketika narasumber turun panggung, di tempat itu juga, dengan mengandalkan handphone dan paket data yang kadang-kadang E. Bikin keki. Itu yang disebut straightnews alias berita langsung... Ugh, so challenging... *gayamu, padahal ndase kemepyar*

Soalnya sini magangnya di surat kabar online guys, jadi nulisnya harus super fast, gak dikasih kesempatan buat memanjakan otakku yang lemot ini. Aku mau cerita dikit soal pengalamanku meliput opening ceremony Kustomfest 2016.

Aku diutus si bos untuk ikut meliput di Kustomfest 2016 bersama brondong err maksudnya temen magang, dia tampilannya cupu abis tapi foto-fotonya keren gila. Namanya Dek Riyo. Iya, adek angkatan. Hebat kan? Dia yang paling muda di lingkungan magangku dan dia selalu mengekor kemana pun aku liputan because... FOTOKU BUSUK. AKU GAK BISA NGEFOTO DENGAN BAIK. Tanpa Riyo, tulisanku jadi tidak estetis. Terima kasih Riyo udah sering nemenin mbak Sals liputan.

Hari itu Riyo datang dengan tasnya yang super berat karena isinya laptop dan kamera serta temen-temen kameranya yang aku gak ngerti itu apa. Langsung aja karena udah telat, kami berlari ke panggung opening ceremony, dan segera rebutan spot sama reporter lainnya yang tentunya lebih senior :")  Awalnya sih masih kalem gitu yak, gak sikut menyikut, tapi pas Sri Sultan Hamengkubuwono X mau tanda tangan motor Lucky Draw...

Suara gemuruh tiba-tiba muncul, tiba-tiba udah penuh kepala manusia, dengan kamera-kamera andalannya, juga dengan alat perekam. Aku dan Riyo langsung kelelep dan disikuti oleh reporter lain yang lebih senior dan tentunya jago dalam peperangan itu....

"Mbak!! Maju o mbak! *misuh* iki pieeeee raiso obah...."

"Kamu aja yo aku fokus nulis aja ampun deh!! Cepet maju!!! Tembus!!! GET THE *PISUHAN* PHOTOS!" (astaghfirullah)

Karena aku sudah kelelep, aku mendorong Riyo maju ke depan. W sempilin tuh dia, w dorong-dorong ke sela-sela manusia dengan harapan dia mendapatkan angle yang baik. Aku tetap berusaha foto, karena aku gak tau Riyo berhasil lolos atau enggak ke garda terdepan. 



Sri Sultan dalam foto jepretanku.


Sri Sultan dalam foto jepretan Satriyo.

I know. Itu kayak kalian ngebandingin Kerupuk dan Pizza Hut. Iya iya aku aja ketawa kok mbandinginnya. Sorry, buat selfie aja angleku mlengse. Ternyata Riyo berhasil maju ke depan sendiri, dibentak disuruh ndodok sama reporter lain yang lebih senior dan dia manut. Hasilnya bagus sih kalau menurutku. Hahahaha :))

Perjuangan kami belum selesai. Abis acara pembukaannya selesai, kami langsung lari mencari spot untuk nulis dan ngirim foto ke redaksi. Itu kayak marathon, apalagi ngeliat kanan dan kiri ada reporter senior dari kompetitor kayak t****n, k****s, ha*** yang langsung mengeluarkan laptop atau handphone mereka dan langsung TAK TUK TAK TUK suara ketikannya... marai stress, pada cepet banget nulisnya. 

Iya jadi emang gitu guys... Cepet-cepetan sama kompetitor.... buat nerbitin beritanya di internet. Pokoknya aku berhasil menyelesaikan tulisan dalam waktu yaaa kira-kira 2 menit lah... azssfjajgfasgdu udah gak usah ditanya hasil dari 5 paragraf waktu itu kayak apa. Pengalaman pertama loh. Alhamdulillah lolos editing :")

Dan sinyal di JEC tu yaaaaaa... Kami mengirim foto-foto Riyo diwarnai dengan pisuhan-pisuhan dari wajah lugu Riyo macam "gaw*n sinyale" "fafifuuuu f***" "a** lemot". Dan akhirnya berhasil terbit paling cepat.

Abis itu liputan nyantai. Soalnya bikin feature-feature gitu yang gak harus cepet terbit. Pada hari itu, setelah nulis 5 tulisan dalam waktu 2 jam.. aku langsung haus setengah mati, kayak abis berkelana di padang sahara. Untung saja ada kupon press only sebagai penyelamat jiwa. Makan banyak kayak apapun, gratis dong.

dan ternyata di media centre ada wifinya. Katrok banget kami sampe gak tau gitu :")

Apalagi kalau ada penggiat otomotif yang lagi promosi bisnisnya atau line produknya. Mereka mengadakan press con, ngundang semua media yang ada di situ, ditraktir dulu di stand-stand makanannya. 

Udah gak terhitung lagi aku nulis berapa hari itu. Lebih gak terhitung lagi aku udah makan gratis berapa jenis makanan pada hari itu. Uang berapa? Wah, aku gak mau bicara tentang uang. Semua ini tentang cinta.

Tentunya di Kustomfest 2016 harus peras otak dan baca-baca lebih banyak soal otomoitif karena aku gak ngerti tentang onderdil motor atau apapun itu. Tapi yaa alhamdulillah berhasil kulewati lagi dengan baik. ^^ 

Pengetahuan-pengetahuan baru, makan gratis, kenalan-kenalan baru dari dalam dan luar kota.. yaaa banyak lah.

Ini adalah pengalaman berharga dan aku sangat bahagia.











No comments:

Post a Comment