Tuesday, 17 January 2017

You're Not That Good, You're Not That Bad

Di atas langit masih ada langit, di bawah tanah masih ada tanah. You’re not that good, and you’re not that bad.

 “Orang yang berasa paling hebat dan tukang ngerendahin orang lain itu menurutku mainnya kurang jauh. Coba aja dia main yang jauh, perluas pergaulan, dia akan sadar, ternyata di luar sana banyak orang-orang yang jauh lebih hebat daripada dia tapi masih bisa humble gitu loh, Sals, dia akan ngaca dan malu sendiri,” kata seorang teman sambil ngudut di angkringan, “makanya temenan jangan cuman sekotak, biar gak sombong dan ngeselin kayak selilit gigi,” lanjutnya.

Sore itu dia sedang kesal dengan seorang temannya yang ngomongnya ‘ndakik-ndakik’ tapi ternyata kerjaannya gak ada yang becus, akibatnya temen-temen satu tim harus menanggung ke-enggak becus-an orang itu. Entahlah, kemudian tiba-tiba pembicaraan berujung ke situ. Meskipun dia lagi emosi, setelah aku pikir-pikir omongan dia ada benernya juga.

Jujur, orang yang sombong dan tukang ngerendahin orang lain adalah orang pertama yang pasti aku jauhi. Aku sangat tidak cocok get along dengan orang-orang seperti itu. Bahkan melebihi backstabber, melebihi orang yang ngomongin pacarnya terus, melebihi orang yang cuma bisa ngomongin barang-barang branded tiap harinya.

Di deket orang yang hobinya merendahkan orang-orang sekitarnya dan merasa bahwa dirinya paling hebat itu menyesakkan gak sih? Kalau aku nih ya, aku merasa kayak gak ada oksigen di deket orang-orang kayak gitu. Saking muaknya.

Menurutku sifat yang suka merendahkan orang lain itu membawa petaka dan bikin malu. Kenapa?

Pertama, kalau orang yang kita rendahkan itu ternyata lebih hebat daripada kita. Ternyata kita tidak terlalu mengenalnya, ternyata dia itu luar biasa hebat, lebih segala-galanya dibanding kita, apalagi dia masih bisa menghargai orang-orang di sekitar dia. Aku pribadi malu banget kalau sampai hal itu harus aku alami, makanya aku pantang bangetttt merasa hebat. Tiap mau sombong buru-buru istighfar. Aku takut banget hal kayak gitu kejadian sama aku. Ngga sanggup banget duh, pasti malu minta ampun mit amit jabang bayi deh..

Kedua, kalau ternyata orang itu punya sesuatu yang sangat kita butuhkan, dan kita sangat butuh bantuannya. Lah kalau udah terlanjur selalu ngerendahin dan ngeremehin, emang gak malu tiba-tiba harus manis-manis depan dia dan begged them for help? Terlepas dari apakah orang itu tetep mau bantuin apa enggak, aku sih tetep malu.

Setiap manusia itu pasti bermanfaat dan kita nih idup saling membutuhkan, ye gak? 

Ya Allah semoga aku selalu dihindarkan dari sifat merasa lebih dibanding yang lain :( karena menjadi orang yang merasa lebih daripada orang sekeliling dan gemar merendahkan orang lain itu konsekuensinya berat. Butuh keberanian luar biasa, harus gak punya malu, tapi percuma gak ada untungnya.








No comments:

Post a Comment