Tuesday, 7 February 2017

Terima Kasih Karena Kamu Sahabatku

"Lucu ya, Sal, kalau ada orang yang bilang enak jadi kita, terus pengen kayak kita,"
"Ya rasanya pengen ketawa aja, bagaimana mereka melihat kita tu enak banget gitu,"

Kemudian kamu tertawa, setelah itu melanjutkan makan ayam kfc pake tangan. Tangan yang selalu ngirim screencapt apdetan sosmed "manusia-manusia wagu" sekeliling kita tapi tangan itu juga yang selalu memberiku dan menolongku. Haish..

Mari menertawakan manusia-manusia yang ingin memiliki hidup seperti hidup kita dan masih tak menyadari bahwa urip ki gur sawang sinawang, Tha.

By the way, terima kasih karena kamu sahabatku, Tha.

Aku jadi memiliki tempat untuk menumpahkan satu rahasia yang tidak bisa kukatakan pada sahabatku yang lain. Please ya, kamu harus merasa terhormat, siapa lagi yang benar-benar menyaksikan bahwa aku tak selalu selucu itu dan hidupku tak sebahagia yang terlihat :)) wah di depanmu aku sudah merasa telanjang tiap hari, Tha. :))

Kamu seakan menjemputku, mengatakan, "kamu tidak sendiri, ada aku, mari jadi kuat bersama." Aku menyimpan semua cerita itu sendirian, selama itu, dan untungnya aku ketemu kamu. Kenapa dengan kamu aku lebih detail dan terbuka? Kenapa bukan dengan sahabat-sahabatku yang lain? Itu karena kamu juga mengalami hal serupa. Cerita sama orang yang lebih paham tentunya lebih enak ye kan?

Tha, kadang aku merasa kamu sama kesepiannya denganku, kadang aku merasa kamu jauh lebih kesepian daripada aku, sampai aku jadi malu kalau mau ngeluh ke kamu. Duh, tiba-tiba teringat kamu yang mengetuk pintu kos, kemudian ketika kamu mendapatiku sedang hancur-hancurnya, kalimat andalan itu muncul ketika kamu memegang bahuku,

"oke.. abis ini kamu harus kuat lagi, kalau gak kuat, ya harus dikuat-kuatin, Sals.. mau gimana lagi emang? pilihanmu cuma jadi kuat."

Dramatis.

Ya meskipun abis itu gantian kamu sih yang teringat kepahitan hidupmu. Haish.. tapi tak apa, setelah itu kita ketawain bareng-bareng juga pada akhirnya. Abis itu, tiba-tiba juga kita gak tau kenapa pembicaraan sudah beralih pada manusia-manusia wagu yang sekiranya bisa kita ketawain, seolah kompensasi atas kepahitan yang terjadi.

But you know what? Kayaknya kita harus mencari kompensasi yang lebih suci dan bener dikit deh... meskipun ngetawain manusia wagu itu enak, hahaha, kadang aku mikir jangan-jangan ngetawain mereka bisa bikin kita tambah sengsara, Tha :))

Aku gakpapa setelah temenan sama kamu sempet dikira udah ngga mau makan lesehan dan pergi-pergi kepanasan karena naik motor, ketawa gak lo? :)) tapi biarin lah, my friendship with you is more important for me... I dont care about my image, lagian apa yang diliat gak selalu benar, kamu jelas paham betul sama hal ini.

Kuharap aku bisa berteman denganmu sampai kamu membagikan seragam resepsi pernikahanmu, sampai kamu punya anak. OMG, ini mungkin kalimat ter sentimental yang pernah kuutarakan untukmu. Mohon dimaafkan. Mungkin sekarang kamu sedang tertawa ketika membaca ini.













No comments:

Post a Comment