Saturday, 4 March 2017

Disayangi Itu Tetap Menyenangkan

Hai teman-teman yang kebetulan membaca, ini jam 3 pagi dan aku belum bisa tidur. Baiklah, ini karena kecerdasanku untuk ketiduran (yang lebih mirip pingsan) sore tadi selama 3 jam. Disaat aku tidak bisa tidur, pikiranku selalu kemana-mana. Kemudian aku terpikirkan oleh kalian, teman-temanku, apa saja ya yang kalian lakukan hari ini? Cukup sibuk atau sangat sibuk?

Tapi di tengah kesibukan-kesibukan kalian itu, aku ingin menyadarkan kalian tentang dua hal yang sepele.

Pertama, disayang seseorang memang menyenangkan. Meskipun orang yang memberikan hati padamu bukanlah orang yang kalian inginkan, disayang tetaplah hal yang menyenangkan. Bukankah rasanya menyenangkan bahwa tanpa kita sadari, ada seseorang yang menunggu-nunggu kehadiran kita, menganggap senyuman kita harta karun, dan menghujani kita dengan kalimat-kalimat indah yang tak pernah diucapkan siapapun? Seolah kita adalah malaikat tanpa cela.

Disayang seseorang mungkin memang semenyenangkan itu. Coba ingat-ingat, wajah orang (lawan jenis yaa) yang pernah menyayangi kalian. Mungkin sebelum kehadirannya di hidupmu, kalian tak pernah tahu bahwa selengkung senyum kita bisa membuat seseorang semangat seharian, kalian tak pernah tahu bahwa kalian bisa menjadi sesignifikan dan sepenting itu. Disayang membuat kalian merasa seolah baru saja menemukan vaksin virus Public Display Affection berlebihan di sosmed. Kalian merasa penting dan hebat, meskipun pada kenyataannya kalian tak sehebat itu.

Ya, dengan disayangi oleh seseorang, setidaknya kalian memiliki kesempatan untuk merasakan jadi orang yang paling hebat di dunia, meskipun itu versi satu orang saja. Perkara kau membalas cintanya atau tidak, tanpa kau sadari, disayang seseorang tetap semenyenangkan itu. Bukankah begitu?

Hal kedua,

tapi terkadang disayang dengan sebegitunya membuat orang lupa akan satu hal sepele. Bahwa di dunia ini beberapa orang ditakdirkan memiliki rupa seperti umbi-umbian namun pandai membuatmu merasa bahwa kamu lah satu-satunya yang ia puja. Ia pandai membuatmu tanpa sadar merasa bahwa selamanya ia akan memuja-muja kamu dan hanya kamu saja. Kamu telah mabuk pujiannya tapi kamu tak sadar akan hal itu.

Sehingga ketika melihat orang yang biasanya hanya menyanjung kalian seorang dan tiba-tiba ia sama sekali tak mengacuhkan kalian, sebagian dari kalian akan gusar, cari tahu, bahkan ada yang repot-repot kembali ke kehidupan si doi yang sudah bahagia. Parah lagi, ada yang tidak mempercayai bahwa orang yang biasanya hanya melihatnya seorang sudah melihat orang lain. "Dusta semua itu, dia hanya mencoba membuatku cemburu, gak mungkin secepat itu dia tidak lagi menyukaiku," katanya.  Wah, tanpa sadar sudah menikmati pujian sampai mabuk pujian. Tanpa sadar sudah terbang di atas awan, merasa dialah yang paling hebat dan paling pantas dikejar-kejar.

Begitulah, sebagian dari kalian kadang tak sadar bahwa beberapa orang memiliki rupa seperti umbi-umbian atau sifat yang bagi kalian tak (lagi) cocok tapi ia pandai membuatmu merasa jadi satu-satunya.

Hati-hati, teman, jangan mabuk pujian. Kau memang hebat di matanya, tapi itu dulu. Itu tak selamanya. Untuk yang pernah saling menyayangi, saran aja nih ya, even rainbow has an expired date gituh. Pasangan yang udah nikah bertahun-tahun aja ada yang bisa udah nggak tau lagi lho apa yang harus dicintai dari pasangannya. Hehe. Sampai-sampai yang bikin mereka bertahan hanya anak atau harta atau bahkan kebiasaan. Memang gitu kan kenyataannya? Terus kalau kenyataannya si doi memang move on secepat itu, ya sudah toh.. beberapa orang memang meledak-ledak romantisnya waktu jadi kekasihmu tapi juga bisa secepat kilat melupakanmu yang mungkin sudah sangat menyakiti dan menyianyiakannya.

Apalagi jika kamu tak membalas cintanya. Apa yang kau harapkan? Masa selamanya dia harus memujamu yang tak pernah menggubris? Kalau aku sih menganggap "cinta tak harus dibalas. Cinta ya cinta saja." itu omong kosong ya. Pret itu mah. Take and give lah, thats how the world works. Kalau ada yang pernah bilang gitu sama kalian, jangan percaya, he/she is not in the right mind :)) walau bagaimana pun juga, orang yang menyayangi kamu juga ingin disayang kali... entah itu sama kamu, atau sama orang lain. Karena ya itu tadi, disayang itu memang menyenangkan. Maka sudahlah, teman, biarkan dia bahagia. Ia pun juga ingin pergi ke seseorang yang juga sayang sama dia. Siapa sih yang gak pengen cintanya dibalas? :))

Akhir kata, untuk kalian yang mungkin merasa tulisan ini relevan dengan keadaan kalian saat ini, ayo belajar mendarat, jangan jetlag terus sama pujian-pujian dia yang udah expired. :))

Tak ada yang salah, kalian hanya sudah kehabisan waktu untuk merasakan dipuja-puja olehnya, tapi itu kan hanya olehnya, bukan berarti kalian takkan pernah bertemu lagi dengan orang yang memuja dan menyayangi kalian sebegitunya lhoooo. Nanti pasti ada lagi kok. Tenang aja.

2 comments:

  1. Aku jadi inget tweet temenku:
    Jangan pernah memandang rendah diri kita sendiri. Bagi Dunia kita mungkin hanya seseorang, tapi bagi seseorang diri kita mungkin dunianya.

    Aih...

    ReplyDelete