Wednesday, 28 June 2017

Sudah Memulai Sudah Menang, Mau Menang Lebih Banyak Jangan Nyerah

"Aku pengen jualan deh. Pengen punya online shop, pengen punya uang sendiri, pengen kayak temen-temenku yang udah pada ngerti hidupnya mau kemana," seorang sahabat untuk yang keseratus kalinya mengatakan hal yang sama. Ia lagi-lagi bercerita tentang betapa inginnya ia punya online shop. Aku sebenarnya tahu ketika dia bilang begitu untuk yang kesekian kalinya, ia hanya butuh diyakinkan lagi dan lagi bahwa tidak salah jika ia bermimpi seperti itu.

"Ya jualan aja. Kapan terealisasi? Toh kamu udah terbiasa jagain toko, udah terbiasa ngurusin pembukuan, udah pengalaman banget lah ya ngurusin modal dan keuntungan. Lagipula kamu tu cantik, tinggi, photogenic lagi, model instagramnya tar bisa kamu sendiri kan? hemat," lagi-lagi aku mengeluarkan solusi yang sama. Kalimat pendorong yang sama. Memang tidak kreatif sama sekali.

"Tapi nggak boleh sama mamaku.."
"Tapi nggak tau mau jualan yang kayak apa.."
"Terus nanti tu kalau gak laku gimana gitu lho?"

Ia masih saja takut untuk memulai. Maklum saja, ia terbiasa mendengar "buat apa sih susah-susah kayak gitu?" atau "nggak usah lah," dari mulut orang-orang yang seharusnya bisa sangat menguatkan dan memberi keberanian. Mungkin karena itu alam bawah sadarnya selalu berkata bahwa semua pilihannya salah. Setiap akan memulai, dia dirubung oleh kalimat-kalimat "TAPI" dan "GIMANA KALAU.." aku kadang merasa bersalah tak bisa membantu banyak padahal dia sahabat tercintaku. Ingin sekali aku memberinya keyakinan bahwa mimpinya yang baik-baik itu tidak salah untuk dimulai.

Sebenarnya aku bukan ingin membahas sahabatku itu secara lebih dalam. Aku cuma ingin cerita kalau dia selalu mengingatkanku pada diriku yang dulu. Sebenarnya saat ini pun aku juga masih sering takut untuk memulai, tapi aku merasa, setidaknya tak separah diriku yang dulu. Sekarang aku sadar semakin sering aku memberanikan diri untuk memulai dan mengambil segala resikonya, semakin aku terbiasa untuk merasa takut.

Aku semakin yakin kalau takut di awal itu wajar dan akan menghilang sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Di waktu yang berjalan itu kita sudah sangat sibuk menghadapi segala permasalahan di dalamnya yang mau gak mau menuntut kita untuk gak takut lagi. Karena kalau rasa takut itu menang, selesai sudah semuanya.

Aku masih ingat wawancara pertamaku dengan teman sekampusku yang merupakan anak berprestasi di fakultas, padahal ia temanku tapi aku grogi sendiri. Semua yang aku kerjain kaku parah, tulisan juga ambyar dan kaku bukan main padahal itu profil. Aku harus begadang revisi tiga kali dengan deadline yang mepet-mepet, dikritik berkali-kali, hanya supaya tulisan itu bisa dimuat. Sampai-sampai aku dinasehati dan ditenangkan sama temanku yang jadi narasumber pertamaku itu,

"Fakta bahwa kamu memulai itu udah luar biasa. Nggak semua orang berani mulai. Mulai tu justru hal yang paling susah deh kalau menurutku. Rasanya takut banget udah kayak mau lompat aja dari gedung yang tinggi, tapi nanti kalau udah mulai ya gak berasa lagi kok takutnya. Tenang aja, Salsa.. kamu ini dah menang soalnya dah mulai.. kalau mau menang lebih banyak lagi, jangan pernah nyerah."

Sejak saat itu gue semakin ngefans sama mahasiswi berprestasi satu itu. Menang? Menang dari siapa? Pulang-pulang aku jadi mikirin kalimat dia. Soalnya mau aku tulis kan di narasi profilnya, maksud dia apaan gitu. Tapi karena dia sibuk banget di luar kampus, susah dikontak, jadi ya enggak sempet nanya. Tulisanku terbit, aku nangis norak, dan terus udah.

Abis itu aku baru paham maksud dia apaan. Untuk mewujudkan semua keinginan kita, kita harus bertarung melawan banyak "tapi" dan "bagaimana jika" dari otak kita sendiri. Bagiku hidup ini isinya hanya bertarung melawan diri sendiri. Melawan rasa tidak percaya diri, rasa takut gagal, rasa enggak mau ribet, rasa males belajar dan sebagainya. Kalau kita menang ngelawan diri sendiri yang udah ngajak nyerah itu, sampailah kita di tujuan kita.

Sebenernya kita semua, dalam hidup ini nih, selalu menghadapi peperangan melawan diri sendiri. Menang atau kalah itu bukan tergantung orang lain yang menguatkan atau menjatuhkan tapi ya tergantung diri kita sendiri.

Makanya gue gak pernah mencoba "balapan" prestasi atau pencapaian dengan orang lain. Mereka yang udah duluan sukses cukup jadi motivasi aja, soalnya kalau balapan sama orang lain adanya cuma minder, iri, dengki gak ada abisnya. Pada dasarnya semua orang kan punya waktunya masing-masing buat sampai ke tujuan mereka. Jadi ya bandingkan aja dengan progres diri sendiri.

Nah buat berprogres itu kan kita harus mulai... Sama seperti pertama kali latihan nyetir mobil takut nabrak orang di jalan atau pertama kali belajar renang takut tenggelam, kita akhirnya bisa nyetir mobil dan renang kan karena berhasil ngelawan ketakutan-ketakutan kita.


No comments:

Post a Comment